Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- BRI Masuk 3 Besar BUMN Layanan Terbaik di Indonesia Hasil Berorientasi Nasabah
- Kabut Asap di Danau Toba, ASDP Perkuat Kewaspadaan & Optimalkan Navigasi Kapal
- Hajar Man City, PSG Bikin Inggris Merana
- Vinicius Junior Protes Hukuman 4 Laga
- Imin Galang Bantuan Masker dan Air Bersih untuk Warga Terdampak Karhutla
Diskusi Di RSIS NTU
Ibas Tekankan Kebijakan Jangka Panjang, Kolaborasi Indonesia-Singapura Dan ASEAN
Jumat, 9 Oktober 2026 16:39 WIB
Sebelumnya
Pertumbuhan Ekonomi Harus Berjalan Bersama Pemerataan dan Penciptaan Lapangan Kerja
Dalam diskusi tersebut, Ibas juga menyoroti tantangan pembangunan ekonomi Indonesia, termasuk kebutuhan meningkatkan pertumbuhan, memperluas kesempatan kerja, mengurangi kesenjangan, dan memperkuat perlindungan sosial.
Menurutnya, pertumbuhan ekonomi tidak seharusnya hanya diukur dari angka Produk Domestik Bruto atau investasi yang masuk. Pertumbuhan harus tercermin dalam peningkatan pendapatan masyarakat, tersedianya pekerjaan yang layak, meningkatnya produktivitas, dan terbukanya kesempatan bagi generasi muda.
Ibas mengingatkan bahwa kesenjangan yang terus melebar dapat menghambat pembangunan jangka panjang. Oleh karena itu, kebijakan pertumbuhan perlu dirancang agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat di perkotaan maupun perdesaan.
Baca juga : AQUA Rayakan Juara Timnas di FIFA ASEAN Cup, Buah Penantian 35 Tahun
Dalam konteks ini, Ibas menjelaskan empat arah kebijakan yang perlu terus diperkuat, yaitu pertumbuhan berkelanjutan yang berkeadilan, penciptaan lapangan kerja, perlindungan masyarakat rentan, dan pelestarian lingkungan.
Kerangka tersebut menekankan bahwa pembangunan tidak boleh hanya berorientasi pada pertumbuhan jangka pendek. Pembangunan juga harus memperhatikan kualitas pertumbuhan, pemerataan kesempatan, ketahanan sosial, dan keberlanjutan sumber daya alam.
“Pertumbuhan harus menciptakan kesempatan. Kesempatan harus membuka lapangan kerja. Dan pembangunan harus memastikan bahwa masyarakat yang paling membutuhkan tidak tertinggal. Inilah esensi pertumbuhan yang inklusif dan berkeadilan,” tegasnya.
Disiplin Fiskal dan Kualitas Belanja Negara Harus Menjadi Perhatian
Baca juga : Baila Fauri, Dipeluk Ivar Jenner
Ibas menilai, besarnya ambisi pembangunan harus diimbangi dengan perencanaan anggaran yang prudent, terukur, dan berorientasi pada hasil.
Menurutnya, Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) merupakan instrumen strategis untuk mempercepat pembangunan, memperkuat infrastruktur, meningkatkan kualitas sumber daya manusia, memperluas kesempatan kerja, dan menjaga ketahanan nasional.
Namun, setiap kebijakan belanja dan pembiayaan harus mempertimbangkan kemampuan fiskal, risiko, serta dampaknya bagi generasi mendatang.
“Kebijakan anggaran harus melihat jauh ke depan. Kita harus memastikan bahwa setiap rupiah yang dibelanjakan memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, mendorong produktivitas, dan memperkuat fondasi ekonomi nasional. Kita juga harus memperhitungkan konsekuensi keputusan fiskal bagi generasi berikutnya,” kata Ibas.
Baca juga : FIFA ASEAN Cup Jadi Momentum Baru Sepakbola ASEAN
Ia menambahkan, kebijakan pembangunan perlu dilengkapi dengan pengawasan dan evaluasi yang konsisten. Perencanaan yang baik tidak akan memberikan hasil optimal tanpa pelaksanaan yang efektif, indikator keberhasilan yang jelas, dan pertanggungjawaban yang dapat diuji.
Oleh karena itu, penguatan kapasitas kelembagaan, kualitas regulasi, dan koordinasi antarpemerintahan menjadi bagian penting dari upaya memastikan program pembangunan berjalan sesuai tujuan.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya