Dark/Light Mode

Audiensi HUT TNI

Ibas Tekankan Pentingnya Menjaga Persatuan Dan Lanjutkan Perjuangan

Selasa, 6 Oktober 2026 16:26 WIB
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat audiensi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 81. Foto: MPR RI
Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas) saat audiensi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 81. Foto: MPR RI

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua MPR RI sekaligus Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, Edhie Baskoro Yudhoyono (Ibas), menekankan pentingnya merawat sejarah, menjaga persatuan, serta melanjutkan perjuangan para pahlawan dan pendiri bangsa melalui kontribusi nyata sesuai tantangan zaman.

Pesan tersebut disampaikan Ibas dalam audiensi dalam rangka Hari Ulang Tahun (HUT) TNI ke 81. Dalam kesempatan itu, Edhie Baskoro menyambut para peserta di Rumah Kebangsaan MPR RI dan menegaskan bahwa MPR tidak hanya memiliki tanggung jawab dalam mengawal konstitusi, tetapi juga turut menjaga kedaulatan rakyat.

“Di rumah inilah kita terus memikirkan bagaimana konstitusi negara tetap kita jadikan pedoman. Tapi di sisi lain, kita meyakini bahwa hari ini gerak dan rakyat adalah yang paling besar untuk kita perjuangkan,” ujar Ibas.

Sejarah Harus Menjadi Jejak dan Kompas

Menurut Edhie Baskoro Yudhoyono, merawat sejarah bukan sekadar mengingat nama tokoh atau peristiwa masa lalu. Sejarah harus menjadi jejak sekaligus kompas bagi generasi hari ini dalam menentukan arah perjalanan bangsa ke depan.

Baca juga : Badan Sosialisasi MPR Fokus Sosialisasi Empat Pilar Kepada Pendidik

Karena itu, sejarah perlu disampaikan dengan cara yang kreatif dan relevan dengan perkembangan zaman, baik melalui film, musik, podcast, teknologi, media sosial, maupun berbagai aktivitas publik.

“Jangan sampai kita seperti hilang akar. Marilah sama-sama kita ceritakan sejarah yang membanggakan generasi kita,” kata Ibas.

Lulusan Curtin University, Australia, yang juga menempuh pendidikan di Nanyang Technological University, Singapura tersebut menilai generasi muda perlu mengenal sejarah melalui bahasa dan media yang dekat dengan keseharian mereka.

Namun, kemasan yang kekinian tetap harus berpijak pada data dan fakta agar sejarah tidak kehilangan makna maupun kebenarannya.

Sejalan dengan hal tersebut, ahli sejarah dan pegiat sejarah publik, Asep Kambali, menekankan pentingnya pendidikan dalam menjaga keberlanjutan sejarah.

Baca juga : Menko AHY Jajaki Teknologi Baterai Raksasa Di Swiss, Stabilkan Listrik Jawa-Bali

Menurutnya, sejarah tidak cukup hanya dipelajari sebagai pengetahuan masa lalu, tetapi harus mampu memberikan makna dan membentuk generasi yang dapat menciptakan sejarahnya sendiri.

“Suatu bangsa dapat hidup dari makanan, tetapi hanya dengan pendidikan bangsa itu dapat hidup melintasi zaman,” ujar Asep.

Ia juga mendorong agar jejak sejarah terus dirawat melalui museum, arsip, dan berbagai ruang pembelajaran publik.

Menurut Asep, mempelajari sejarah dan mengambil makna dari perjalanan masa lalu penting dilakukan, tetapi yang tidak kalah penting adalah bagaimana generasi hari ini mampu menciptakan karya dan prestasi yang kelak menjadi bagian dari sejarah Indonesia.

Pandangan serupa disampaikan Gustika Hatta, cucu Mohammad Hatta. Ia menilai tantangan dalam memperkenalkan sejarah kepada generasi muda salah satunya adalah bagaimana membuat sejarah tidak berhenti pada hafalan tanggal dan peristiwa.

Baca juga : Ibas Minta KIP Kuliah Harus Tepat Sasaran

Sejarah merupakan perjalanan bangsa yang perlu dipahami untuk menentukan apa yang ingin diwariskan kepada generasi berikutnya.

“Mengenal sejarah bukan hanya melihat ke belakang, tetapi juga melihat ke depan, apa yang kita mau wariskan dalam sejarah ini,” ujar Gustika.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.