Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Ketua Umum PKB Muhaimin Iskandar mengakui, koalisinya dengan Partai Gerindra belum kokoh. Politisi yang akrab disapa Cak Imin ini menegaskan, semua koalisi untuk Pilpres 2024 yang terjalin saat ini masih rawan bubar di tengah jalan.
Menurut Imin, koalisi baru akan kokoh saat pendaftaran capres-cawapres ditutup pada 25 September 2023. "Sebelum janur melengkung tanggal 25 September, ya semuanya masih rawan. Koalisi itu kan nanti ketika sama-sama mendaftar ke KPU, sehingga sampai tanggal pendaftaran di KPU terakhir, maka belum bisa final," kata Imin, di kawasan Tebet, Jakarta Selatan, Senin (12/12).
Baca juga : Lokasi SIM Keliling Tangsel 12 Desember, Cek Disini Lokasinya
Kendati demikian, Imin menyebut hingga saat ini pihaknya masih terus mematangkan koalisi dengan Gerindra. Ia juga menyatakan, koalisi PKB-Gerindra masih terus membuka peluang untuk mengajak partai politik lain bergabung dengan koalisi mereka.
"Kami masih terus mematangkan koalisi dengan Gerindra. Kami terus bekerja untuk sinergi perjuangan 2024," tambah Wakil Ketua DPR ini.
Baca juga : Lokasi SIM Keliling Tangsel 10 Desember, Cek Disini Lokasinya
Hingga saat ini, PKB dan Gerindra belum deal soal sosok capres-cawapres yang bakal diusung. Imin pernah bilang, salah satu penyebabnya, karena dua partai sama-sama ngotot untuk menjadikan kadernya sebagai capres. Gerindra menegaskan, Prabowo capres. PKB ngarep Imin yang jadi capres. Kondisi inilah yang dinilai berpotensi membuat koalisi PKB-Gerindra bubar jalan.■
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya