Dark/Light Mode

Muzani: Monitoring KIP Tingkatkan Kesadaran Informatif Parpol

Kamis, 14 November 2024 19:27 WIB
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menghadiri presentasi uji publik monitoring dan evaluasi yang digelar oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024). Foto: Istimewa
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menghadiri presentasi uji publik monitoring dan evaluasi yang digelar oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024). Foto: Istimewa

RM.id  Rakyat Merdeka - Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai Gerindra, Ahmad Muzani menghadiri presentasi uji publik monitoring dan evaluasi yang digelar oleh Komisi Informasi Pusat (KIP) di Kemayoran, Jakarta Pusat, Kamis (14/11/2024).

Dalam presentasinya, Muzani mendukung langkah evaluasi yang dilakukan KIP.

"Saya kira monitor dan evaluasi yang dilakukan oleh KIP hari ini dan yang terus dilaksanakan setiap tahun adalah sesuatu yang sangat positif, mendorong kesadaran bagi para lembaga-lembaga publik untuk terus menjaga diri bahwa keterbukaan publik harus terus terjaga karena mereka pertama menggunakan uang negara," kata Muzani.

Baca juga : Transisi Energi, Pertamina Tingkatkan Kapasitas Pembangkit Panas Bumi

Muzani menekankan, uji publik maupun evaluasi keterbukaan sebuah lembaga seperti partai politik harus diperkuat. Sehingga setiap masyarakat di Indonesia dapat mengakses data-data yang disajikan oleh partai politik sebagai pemenuhan informasi yang dibutuhkan.

Diamininya, partai politik seperti Gerindra, saat ini mendapatkan dana bantuan politik dari Pemerintah. Dana tersebut, wajib dipertanggungjawabkan dengan baik dan dilaporkan kepada masyarakat seluas-luasnya.

Sehingga, masyarakat dapat menelusuri ke mana saja dana negara yang sudah digunakan oleh partai.

Baca juga : Gandeng BIG, Kemenko PMK Maksimalkan Kebijakan Satu Peta

"Partai Gerindra hari ini telah mempresentasikan kepada KIP tentang pendanaan uang negara yang digunakan oleh partai. Misalnya, pendidikan politik, rekruitmen, dan konsolidasi yang sifatnya itu menjadi kegiatan rutin partai Gerindra di setiap tingkatan. Dan kami selalu mencatat dan meng-upload ke website partai Gerindra atas penggunaan dana tersebut," katanya.

"Karena itu, setiap rupiah yang diberikan negara kepada lembaga publik harus bisa dipertanggung jawabkan apa dan bagaimana keuangan yang digunakan. Maka monitoring dan evaluasi yang diselenggaran oleh KIP adalah upaya untuk penyadaran bahwa monitoring dan evaluasi sesungguhnya bukan oleh KIP tetapi yang dilakukan oleh rakyat dan netizen," tambahnya.

Ketua MPR-RI itu berharap, kegiatan monitoring keterbukaan lembaga oleh KIP dapat terus dilakukan. Menurutnya, setiap partai harus memiliki kesadaran untuk terus melakukan keterbukaan kepada masyarakat atas informasi dan pertanggungjawaban sebagai regenrasi kepemimpinan.

Baca juga : Komisi XII DPR Dorong SKK Migas Tingkatkan Produksi Lifting Minyak

"Itulah penyadaran yang akan terus dilakukan oleh KIP sehingga lembaga-lembaga publik kita terus terjaga dalam hal menggunakan keuangan negara dalam hal mengambil keputusan-keputusan hukum dan politik. Sebab, partai politik adalah instrumen penting dalam rekruitmen seorang calon pemimpin baik di pusat dan daerah," tutup Muzani.

Sebagai informasi, Partai Gerindra telah meraih 10 penghargaan kategori lembaga publik paling inovatif dan informatif dari KIP. Artinya Partai Gerindra menjadi satu-satunya partai politik yang paling informatif dan terbuka terhadap publik.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.