Dark/Light Mode

Porsi Pembagian Hasil Alam, Hanura Harap Daerah Penghasil Harus Lebih Berdaya

Minggu, 23 Agustus 2026 10:25 WIB
Konsolidasi Tim Task Force dan Rapat Teknis DPC Partai Hanura se-Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Platinum, Balikpapan, Jumat (21/8/2026). Foto: Hanura
Konsolidasi Tim Task Force dan Rapat Teknis DPC Partai Hanura se-Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Platinum, Balikpapan, Jumat (21/8/2026). Foto: Hanura

RM.id  Rakyat Merdeka - Wakil Ketua Umum Partai Hanura Patrice Rio Capella, menegaskan komitmen partainya untuk memperjuangkan penguatan daerah, terutama dalam hal pembagian keuangan dan pemanfaatan sumber daya alam (SDA). Kata Rio, daerah harus mendapat porsi yang lebih besar agar manfaat kekayaan SDA dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

"Selama perjalanan kita konsolidasi ini, kita menerima banyak keluhan tentang kondisi daerah yang tidak seperti dulu, atau sepertinya tidak adil dalam soal pembagian keuangan daerah, menggunakan transfer daerah dan sebagainya," kata Rio usai menghadiri Konsolidasi Tim Task Force dan Rapat Teknis DPC Partai Hanura se-Provinsi Kalimantan Timur di Hotel Platinum, Balikpapan, Jumat (21/8/2026).

Dia menegaskan, keberpihakan kepada daerah merupakan bagian dari visi Hanura sejak awal. Hanura meyakini daerah yang berdaya akan menjadi fondasi bagi kesejahteraan nasional.

"Oleh karena itu, tekad kami dari Hanura adalah memperjuangkan agar daerah mendapatkan keadilan yang cukup dalam proses pembangunan di negeri ini," ujarnya.

Baca juga : Hanura Bidik Generasi Muda, Angkat Isu Lapangan Kerja

Rio mencontohkan Kalimantan Timur sebagai daerah yang memiliki potensi sumber daya alam besar. Menurut dia, daerah penghasil SDA harus memperoleh manfaat yang lebih besar dari kekayaan yang berasal dari wilayahnya.

"Daerah seperti Kaltim ini punya potensi besar. Rasa keadilan harus cukup dari kekayaan sumber daya alamnya. Jangan sampai kekayaan sumber daya di daerah diambil, kemudian hanya dikembalikan 20 persen dari 100 persen kekayaan SDA yang mereka punya," pesan Ketua Tim Task Force DPP Hanura itu.

Rio bahkan mendorong adanya perubahan pola pembagian manfaat SDA agar lebih memberikan porsi kepada daerah.

"Kan ini kebalik. Harusnya daerahnya dapat 80 persen, pusat dapat 20 persen. Sehingga, rasa keadilan itu bisa memperkuat rasa kesatuan di negeri ini," tegasnya.

Baca juga : Hanura Pasang Taring Hadapi Pemilu 2029, Logo Singa Segera Diluncurkan

Menurut Rio, keadilan pembangunan di daerah bukan semata persoalan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan penguatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia menilai masyarakat daerah akan semakin merasa menjadi bagian dari Indonesia apabila manfaat pembangunan dan kekayaan daerah benar-benar dirasakan.

"NKRI itu bisa terus bertahan dan kuat kalau keadilan itu dirasakan daerah. Makanya visi Hanura, berdayakan dulu daerah maka Indonesia akan maju," tegasnya.

Ia menambahkan, kemajuan daerah seperti Kaltim harus menjadi bagian dari wajah kemajuan Indonesia secara keseluruhan. Sebaliknya, ketimpangan pembangunan berpotensi menimbulkan kekecewaan di daerah.

Baca juga : Tatap Pemilu 2029, Hanura Godok Strategi Rekrut Caleg Potensial

"Kalau Kaltim maju, maka itulah wajah Indonesia di daerah. Tapi kalau daerahnya sakit hati, jalannya hancur, infrastruktur jauh dari harapan, kondisi pendidikan juga belum dapat, maka keadilan itu yang tidak dirasakan oleh daerah," beber Rio.

Karena itu, Rio menyatakan Hanura bertekad kembali memiliki kekuatan politik di DPR RI agar dapat memperjuangkan kepentingan daerah melalui kebijakan nasional. "Sehingga, tagline yang dimiliki Hanura tidak sekadar jargon yang tanpa makna," pungkasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.