Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Heboh Pencopotan Purbaya Dari Menteri Keuangan
Golkar Pun Pasrahkan Nasib Menterinya Kepada Presiden
Jumat, 18 September 2026 06:50 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Partai Golkar Sarmuji menegaskan, keputusan terkait reshuffle Kabinet Merah Putih (KMP) merupakan kewenangan penuh Presiden.
Sekretaris Jenderal (Sekjen) Muhammad Sarmuji meyakini, Prabowo memiliki pertimbangan tersendiri terkait kebutuhan kabinetnya. Terutama, untuk memastikan pemerintahan mampu mencapai visi, misi, dan target yang telah ditetapkan.
"Bagi Golkar, perombakan kabinet adalah wewenang penuh Presiden," kata Sarmuji, Kamis (17/9/2026).
Bahkan, Sarmuji mengatakan, jika ada menteri dari Partai Golkar yang masuk dalam evaluasi dan kemudian terkena reshuffle, Golkar menyerahkan sepenuhnya kepada Presiden.
"Namun, saya sendiri meyakini Presiden sangat perhatian kepada Golkar," tuturnya.
Baca juga : PKB Sumsel Bakal Gelar Safari Politik Awal Oktober
Sebelumnya, Ketua Umum Partai Golkar sekaligus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia juga menegaskan, reshuffle kabinet merupakan hak prerogatif Presiden Prabowo Subianto.
Pernyataan itu disampaikan Bahlil merespons pergantian Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa oleh Suahasil Nazara. Pelantikan Suahasil dilakukan oleh Presiden Prabowo di Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (14/9/2026). Di saat yang sama, Purbaya tengah rapat bersama Dewan Perwakilan Daerah (DPD) di Senayan.
"Setiap menteri, setiap wakil menteri, setiap anggota kabinet diangkat atau diberhentikan, kita harus hargai hak prerogatif Bapak Presiden, ya," kata Bahlil kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/9/2026).
Sementara itu, Prabowo sebelumnya mengatakan, evaluasi terhadap jajaran kabinet dilakukan secara terus-menerus. Menurutnya, secara objektif para menteri saat ini masih bekerja dengan baik.
"Saya harus mengatakan bahwa tim saya bekerja. Oke," kata Prabowo dalam Program Presiden Menjawab, Rabu (16/9/2026).
Baca juga : Pertamina Bangkitkan Petani Melon Korban Bencana Banjir
Prabowo mengibaratkan kabinetnya seperti kesebelasan sepak bola yang memiliki pemain inti hingga pemain cadangan. Menurutnya, Pemerintah masih harus fokus menangani sejumlah persoalan mendasar bangsa.
"Jadi, saya fokus dulu, karena Indonesia ini begitu rumit masalahnya. Kita harus fokus kepada hal yang mendasar," ujarnya.
Prabowo menyebut ketahanan pangan, swasembada pangan, ketersediaan bahan bakar minyak (BBM), serta pengembangan energi baru dan terbarukan sebagai sejumlah prioritas Pemerintah.
Selain itu, Pemerintah juga fokus menangani kelaparan anak, stunting, kemiskinan absolut, dan kemiskinan ekstrem. Efisiensi anggaran juga terus dilakukan untuk mengoptimalkan penggunaan keuangan negara.
"Kalaupun nanti ada reshuffle, saya kira antara lain mungkin untuk promosi orang. Ya tentunya organisasi ini kita selalu harus cari benar-benar the right man in the right place," tuturnya.
Baca juga : Waspada, Kebakaran Dan Penyakit Mengintai Warga
Prabowo juga membuka kemungkinan mengganti menteri yang dinilai tidak cocok dengan posisi yang ditempatinya atau menghadapi persoalan tertentu.
Ketika ditanya mengenai momentum dua tahun pemerintahan sebagai waktu yang tepat untuk melakukan evaluasi, Prabowo menyebut hal tersebut sebagai sesuatu yang logis.
"Iya kan? Dua tahun. Jadi masing-masing sudah punya waktu untuk membuktikan kemampuannya dan sebagainya," tandas Ketua Umum Partai Gerindra itu. [BSH]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya