Dark/Light Mode

Hanura Dukung Program Pemerintah, Sarankan Prabowo Bentuk Zaken Kabinet

Sabtu, 24 Oktober 2026 10:09 WIB
Ketua Team Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella. Foto: Hanura
Ketua Team Task Force Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Hanura Patrice Rio Capella. Foto: Hanura

RM.id  Rakyat Merdeka - Dua tahun Pemerintahan Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka mendapat sorotan dari banyak kalangan. Wakil Ketua Umum Partai Hanura Patrice Rio Capella menilai program-program Presiden Prabowo dan Wapres Gibran adalah hal-hal bersifat humanis.

“Seperti MBG bertujuan agar tidak ada lagi anak-anak bangsa ini yang miskin tidak bisa makan. Kemudian, Koperasi Merah Putih untuk mengantisipasi tengkulak yang ada di daerah-daerah yang membuat petani sulit berkembang,” katanya di Kendari, Sulawesi Tenggara, Jumat (23/10/2026).

Program-program tersebut berawal dari ide-ide besar yang dimiliki oleh Presiden Prabowo. Hanya saja, pada aplikasinya di tingkat kementerian ke bawah, apa yang dicita-citakan dan digagas oleh Prabowo tidak mampu sepenuhnya diterjemahkan oleh para menterinya.

Baca juga : Task Force Hanura Tegaskan Mesin Politik Harus Tangguh Dan Solid

Rio menyarankan Presiden Prabowo harus tegas dalam memilih menteri. “Jangan lagi merekrut anggota kabinet sekedar balas budi sebagai bagian dari tim pendukung atau tim sukses. Wajah kabinet itu harusnya sudah mulai diubah menjadi wajah kabinet profesional agar ide-ide besar presiden itu bisa diwujudkan oleh para menterinya,” tuturnya.

Menurutnya, konsep zaken kabinet itu harus menjadi orientasi Presiden Prabowo yang dikenal memiliki konsep-konsep besar.

“Konsep-konsep sosialisme yang ala Indonesia menanggung makan, sekolah gratis, kemudian koperasi, menurut saya itu bagus ide-idenya. Persoalannya pada tingkat aplikasi, itu tidak bisa diterima, karena itu yang harus dievaluasi oleh Presiden Prabowo,” sambungnya.

Baca juga : Task Force Hanura Minta Kader Di Sulsel Aktif Bergerak Dan Rela Berkorban

Rio menambahkan, Presiden Prabowo masih punya waktu tiga tahun lagi untuk mewujudkan cita-cita besarnya.

“Dan harus berani untuk mengevaluasi kabinet, mulai dari tingkat menteri dan wakil menterinya. Berani potong itu agar tingkat koordinasinya lebih pendek agar fokus pada hal-hal yang menjadi program besar d Presiden,” sarannya.

Dia menilai, 7-8 kali reshuffle kabinet dalam waktu 2 tahun menunjukkan tidak sinerginya antara ide besar dengan dengan tingkat aplikasi atau menerjemahkan pikiran-pikiran Presiden.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.