Dark/Light Mode

Bidik Suara Pemilih Muda

PKB Jatim Minta DPC Siapkan Media Center

Rabu, 4 November 2026 06:45 WIB
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar (kiri) memberikan arahan saat rangkaian Digital Media Academy yang diikuti seluruh media DPC PKB se-Jawa Timur. (Foto: Instagram/halimiskandarnu)
Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar (kiri) memberikan arahan saat rangkaian Digital Media Academy yang diikuti seluruh media DPC PKB se-Jawa Timur. (Foto: Instagram/halimiskandarnu)

RM.id  Rakyat Merdeka - Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Provinsi Jawa Timur (Jatim) terus bersiap untuk menghadapi Pemilu 2029. Salah satu fokus yang sedang mereka kerjakan, melakukan penguatan infrastruktur di sektor komunikasi dan media digital, melalui pembentukan media center di setiap Dewan Pengurus Cabang (DPC) di Provinsi Jatim.

Ketua DPW PKB Jatim, Abdul Halim Iskandar mengatakan, pihaknya menggelar Digital Media Academy pada 31 Oktober hingga 1 November 2026. Menurutnya, kegiatan itu merupakan bagian dari upaya PKB Jatim untuk menyiapkan kader dalam pengelolaan media, agar mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi dan menjangkau pemilih muda.

“Penguatan media sosial bukan lagi sekadar kebutuhan tambahan, tapi bagian penting dari strategi komunikasi politik partai. Saat ini, tidak ada pemilih yang tidak memiliki media sosial, khususnya generasi milenial dan generasi Z, yang berjumlah 61 persen pada Pemilu 2029 nanti,” ujar Gus Halim, sapaan Abdul Halim Iskandar, dalam keterangannya, dikutip Selasa (3/11/2026).

Perubahan pola komunikasi masyarakat, lanjut dia, menuntut partai politik ikut bertransformasi dalam melakukan cara dan pola komunikasi. Karenanya, kehadiran tak cukup lagi sekadar melakukan kegiatan konvensional, tapi juga harus mampu membangun komunikasi secara aktif di ruang digital.

Baca juga : Pupuk Indonesia Bangun Ammonia Hub Di Batam

“Urusan penguatan media sosial tak bisa ditawar, kalau kita tidak ingin ditinggal oleh generasi milenial dan gen Z. Generasi milenial dan gen Z merupakan pemilih yang paling punya independensi,” jelas anggota Komisi I DPR itu.

Lebih lanjut, Gus Halim menekankan, generasi muda memiliki karakteristik tersendiri dalam menentukan pilihan politik. Menurut dia, mereka cenderung memiliki akses informasi yang luas dan mampu membandingkan berbagai informasi, sebelum mengambil keputusan.

Sebab itu, sambung Gus Halim, PKB harus mampu menghadirkan informasi yang relevan, terbuka, dan mudah diakses. Media sosial tidak boleh hanya menjadi etalase kegiatan partai, tapi menjadi ruang komunikasi dua arah antara PKB dan masyarakat.

“Keseriusan itu, ditindaklanjuti dengan instruksi langsung kepada seluruh DPC PKB se-Provinsi Jawa Timur. Kami telah menginstruksikan kepada seluruh DPC, agar memberi dukungan terhadap pengembangan Media Center di daerah,” imbuhnya.

Baca juga : Relokasi Boleh, Asal Warga Nggak Kehilangan Nafkah

Sementara itu, Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) PKB, Jazilul Fawaid meminta pengurus baru PKB yang didominasi anak muda, lebih responsif terhadap kebutuhan generasi muda. Menurutnya, PKB perlu menghadirkan program yang mendukung pengembangan kapasitas, kewirausahaan, dan pemberdayaan ekonomi generasi muda.

“Anak muda sekarang hidup di dunia digital dan media sosial. Mereka membutuhkan ruang untuk mengembangkan diri, meningkatkan potensi, serta mendapatkan dukungan dalam membangun usaha,” ujar Gus Jazil, sapaan Jazilul Fawaid.

Dia juga meminta seluruh kader PKB agar tak sekadar berorientasi pada kemenangan elektoral. Sebab, partai politik harus hadir memberikan solusi terhadap persoalan yang dihadapi masyarakat.

Gus Jazil menekankan tiga hal yang perlu diperkuat kader PKB, yakni kaderisasi, kegiatan sosial untuk mendekatkan diri kepada masyarakat, serta pendampingan terhadap persoalan warga. Pendampingan itu meliputi bantuan hukum, dukungan bagi masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, hingga membantu pengembangan usaha.

Baca juga : RB Leipzig Vs Manchester City, Momen Di Persimpangan Jalan

“Kader PKB harus turun tangan membantu persoalan masyarakat. Bentuknya bisa berupa pendampingan hukum, membantu masyarakat yang mengalami kesulitan ekonomi, maupun mendukung warga yang membutuhkan bantuan dalam mengembangkan usaha. Kehadiran kader harus benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tuturnya. [OSP]

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.