Dark/Light Mode

Timses RIDO: Program Magrib Mengaji Cegah Kenakalan Remaja

Selasa, 1 Oktober 2024 22:42 WIB
Cagub Jakarta nomor urut 01, Ridwan Kamil (kanan). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama)
Cagub Jakarta nomor urut 01, Ridwan Kamil (kanan). (Foto: Ng Putu Wahyu Rama)

RM.id  Rakyat Merdeka - Program Magrib Mengaji yang digagas Calon Gubernur (Cagub) Jakarta nomor urut 01, Ridwan Kamil, mendapat respons negatif dari lawan politiknya, Pramono Anung. Cagub nomor urut 03 itu menilai, program Magrib Mengaji akan membebani pelajar. Selain itu, program tersebut dianggap berbau politisasi agama.

"Bahwa ada yang mengusulkan untuk sampai Magrib di SMA-nya, kemudian mengaji, ya silakan lah mereka saja, kami tidak," ujar Pramono, di hadapan warga di kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK), Jakarta Utara, Sabtu (28/9/2024).

Pramono lalu menegaskan, bagi dirinya, Pilgub bukan hal yang bersifat keagamaan. “Tetapi bagaimana membangun Jakarta menjadi lebih baik," lanjut Cagub yang diusung PDIP tersebut.

Menanggapi pernyataan Pramono, Sekretaris Tim Pemenangan Ridwan Kamil- Suswono (RIDO), Basri Baco, menjelaskan, Program Magrib Mengaji merupakan program yang membudayakan kembali tradisi membaca Al-Qur’an dengan memberikan materi pembelajaran membaca Iqro’ dan Al-Qur’an.

Program ini sudah diterapkan Ridwan Kamil saat menjabat Gubernur Jawa Barat. Program Magrib Mengaji ini juga pernah diluncurkan Gubernur Jakarta sebelumnya, Anies Baswedan.

Baca juga : Rakernas ke-20, PSMTI Dukung Program Ketahanan Pangan & Makanan Bergizi

"Program ini bertujuan untuk mengembalikan tradisi berkumpulnya anak-anak di masjid setelah Magrib hingga Isya'. Daripada mereka sibuk main gadget, kita arahkan untuk belajar atau mengaji Al-Qur’an," kata Basri Baco, Selasa (1/10/2024).

Basri Baco juga menyangkal pernyataan Pramono bahwa Program Magrib Mengaji ini akan membebani pelajar, karena siswa-siswi akan tetap berada di sekolah sampai magrib. Menurutnya, Pramono gagal paham.

“Nggak begitu konsepnya. Siswa tetap belajar di sekolah seperti biasa dan pulang juga sama seperti biasa. Hanya saja, ketika sudah sampai rumah, pelajar diharuskan mengaji di masjid, mushala, atau ke guru ngaji di sekitar tempat tinggal masing-masing," jelasnya.

Nantinya, lanjut anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta 2019-2024 ini, pelajar akan diberi buku monitoring dari sekolah. "Di situ ada batas akhir mengaji, tanda tangan guru ngaji dan diketahui orang tua," terangnya.

Selain untuk meningkatkan pengetahuan agama bagi siswa Muslim, Program Magrib Mengaji juga bertujuan untuk mengurangi kenakalan remaja, seperti tawuran, geng motor, mabuk miras, narkoba dan lainnya.

Baca juga : TJSL ASABRI Literasi Dukung Program Pengentasan Kemiskinan Ekstrem

"Targetnya menjadikan masjid sebagai safe house atau tempat aman bagi remaja agar tidak terjerumus dalam kenakalan. Sekarang ini banyak sekali, terutama anak-anak muda, melakukan tawuran dan narkoba," kata Wakil Ketua DPRD Jakarta Periode 2024-2029.

Selain itu, Program Magrib Mengaji juga bertujuan untuk meningkatkan kesejahteraan guru ngaji. Para guru ngaji tersebut nantinya akan diberi honor yang dianggarkan Pemerintah Provinsi Jakarta.

"Para guru ngaji ini kan nantinya akan dikasih honor. Jadi, kesejahteraan mereka juga akan diperhatikan," kata pria yang juga menjabat Sekretaris DPD Partai Golkar Jakarta ini.

Sebelumnya, Program Magrib mengaji ini dilontarkan Ridwan Kamil saat menyampaikan sambutan di acara Warung Makan Gratis, Warakas, Jakarta Pusat, Jumat (20/9/2024).

"Kita ada program yang namanya 'Magrib Mengaji'. Nanti oleh Gubernur diwajibkan untuk anak-anak sekolah, magrib ngaji sebagai tugas sekolah," kata Bang Emil, sapaan akrabnya.

Baca juga : Lewat Program Match Arc, BNI Ventures Jembatani Startup dan Perbankan

Ridwan Kamil mengatakan, nantinya Gubernur yang akan mengatur terkait ketetapan itu. Dengan adanya aturan tersebut, guru ngaji di Jakarta juga akan diperhatikan kesejahteraannya oleh Pemprov Jakarta.

"Nanti oleh Gubernur diatur agar semua anak-anak yang Muslim se-Jakarta harus ikut ngaji seperti itu. Supaya seimbang lahir batinnya, kan begitu ya. Sehingga nanti guru ngaji akan dibutuhkan, karena nanti ada programnya, ada anggarannya," jelasnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.