Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Survei WRC: Petahana Kaltim Kudu Kerja Keras Kejar Elektabilitas Rudy-Seno
Senin, 28 Oktober 2024 10:03 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Warna Research Center (WRC) merilis hasil survei elektabilitas Calon Gubernur dan Wakil Gubernur untuk Kalimantan Timur (Kaltim) dalam Pilkada 2024.
Dari survei ini diketahui bahwa paslon 02 Rudy Mas’ud-Seno Aji yang didukung oleh KIM Plus (12 Parpol) mendapatkan angka elektabilitas dari publik sebesar 56,3 persen.
"Sedangkan paslon 01 yang juga petahana Isran Noor-Hadi Mulyadi diusung oleh 6 parpol meraih hasil dengan angka 36,8 persen, sementara yang tidak tahu dan tidak menjawab sebanyak 6,90 persen," kata Direktur Eksekutif WRC Dedi Rohman dalam siaran pers tertulis, Senin (28/10/2024).
Dedi menjelaskan, bahwa data survei lapangan dilakukan mulai tanggal 16 hingga 26 Oktober 2024. Menggunakan 1.540 responden yang tersebar di seluruh kabupaten/Kota di Kaltim yang terdistribusi secara proporsional.
Baca juga : Survei Pilkada Kaltim, Elektabilitas Rudy-Seno 57,9 Persen, Kalahkan Isran-Hadi
Metodologi dalam survei ini adalah multi stage random sampling dengan margin of error (toleransi kesalahan) sebesar 2,5 persen dengan Tingkat kepercayaan 95 persen.
Lebih lanjut, Dedi memaparkan, bahwa untuk mengukur tingkat elektabilitas paslon, responden diberi pertanyaan terbuka dan tertutup terkait pasangan calon yang akan dipilih jika Pilkada digelar saat ini (pada waktu survei).
Perihal ini, tim WRC memberikan pertanyaan, 'seandainya pemilihan langsung kepala daerah dilaksanakan pada hari ini, "siapa calon gubernur dan wakil gubernur Kalimantan Timur yang akan Ibu/Bapak/Saudara pilih?."
Hal ini, lanjut Dedi, berkorelasi dengan persepsi para responden survei WRC ini melalui hasil jawaban secara top of mind, bahwa paslon 02 Rudy Mas'ud-Seno Aji mendapatkan 51,9 persen.
Baca juga : Erick: BUMN Siap Kerja Keras Menjalankan Visi Presiden
Pasangan 01 yaitu petahana Isran Noor - Hadi Mulyadi meraih 30,9 persen. Kemudian yang menjawab tidak tahu/tidak jawab sebanyak 17,2 persen.
"Dalam memastikan keleluasaan para responden menjawab, maka pertanyaan yang sama kami sampaikan juga secara tertutup secara kuisioner, sehingga lebih leluasan para responden menjawab pilihan mereka masing masing," kata Dedi.
Dedi mengungkapkan, dari pertanyaan yang sama namun disampaikan secara tertutup kuisione, para responden memberikan penilaian pilihan sebesar 56,3 persen untuk paslon 02 Rudy Mas’ud-Seno Aji sedangkan paslon 01 Isran Noor-Hadi Mulyadi 36,8 persen, dan tidak memilih sebanyak 6,9 persen.
WRC dalam survei ini juga memotret beberapa problem dirasakan para responden yang menjadi masalah utama masyarakat Kalimantan Timur selama kepemimpinan Isran Noor-Hadi Mulyadi.
Baca juga : Erick: BUMN Siap Kerja Keras Menjalankan Visi Presiden
Di antaranya masalah ekonomi terkait sulitnya lapangan pekerjaan dan tingginya harga kebutuhan pokok, menjadi masalah yang paling banyak di bicarakan oleh masyarakat Kalimantan Timur.
"Kemudian, masalah pertanian seperti ketersediaan pupuk dan alat mesin pertanian (alsintan) menjadi masalah lain untuk menjadi perhatian utama," kata Dedi.
Selain itu, kinerja Pemerintah Provinsi Kaltim di bawah kepemimpinan petahana Isran Noor-Hadi Mulyadi mendapat sorotan buruk dari para responden dalam mengatasi masalah pengangguran dan kemiskinan.
"Dalam survei kali ini tergambar bahwa ada beberapa pokok persoalan di Kaltim yang harus menjadi perhatian utama agar diselesaikan," kata Dedi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya