Dark/Light Mode

Jangan Tunda Kuliah Gratis

Sabtu, 10 Oktober 2026 05:30 WIB
KIKI ISWARA DARMAYANA
KIKI ISWARA DARMAYANA
Wartawan Senior

RM.id  Rakyat Merdeka - Program kuliah 100 persen gratis di perguruan tinggi negeri (PTN) sebaiknya dilaksanakan bertahap sesuai kemampuan anggaran (APBN). Mungkin tahap pertama 50 persen dulu dari total mahasiswa PTN yang kini mencapai 2,83 juta orang. Baru tahun 2028 dinaikkan jadi 75 persen dan 100 persen pada tahun 2029.

Kita berharap, nantinya pemerintah juga menerapkan program kuliah gratis di perguruan tinggi swasta (PTS). Hingga tahun 2029, mungkin 50 persen dari total mahasiswa PTS bisa kuliah gratis. Untuk itu, pemerintah mesti menyiapkan anggaran subsidinya. Ini penting supaya PTS tetap hidup dan menghasilkan lulusan berkualitas.

Pada tahap pertama, anak-anak dari keluarga tidak mampu mesti diberikan kesempatan seluas-luasnya untuk kuliah 100 persen gratis di PTN yang ada di provinsi atau kabupaten, tempat mereka tinggal.

Baca juga : Ayo Stop Kebocoran

Untuk lulusan SMA dan SMK dari keluarga tidak mampu di kota atau kabupaten yang belum ada PTN-nya, kita berharap, bisa kuliah gratis di PTS. Untuk ini, selain subsidi dari pusat, diharapkan ada bantuan dana atau subsidi dari pemerintah provinsi, kota dan kabupaten.

Kita juga berharap, ada beasiswa khusus bagi anak-anak dari keluarga miskin untuk kuliah di PTS. Beasiswa bisa diberikan pemerintah pusat, pemerintah daerah, BUMN atau perusahaan swasta.

Kita juga berharap, upaya meningkatkan kualitas PTS di daerah terus dilakukan, dengan mengirimkan para dosen untuk belajar lebih lanjut di perguruan tinggi ternama, baik di dalam maupun luar negeri. Dengan demikian, nantinya kualitas PTS di daerah akan sama dengan PTS ternama di kota-kota besar.

Baca juga : Kuliah 100 Persen Gratis Di PTN

Saat program kuliah gratis di PTN dan PTS dilaksanakan tahun depan, maka akan semakin banyak lulusan SMA dan SMK dari keluarga tidak mampu, yang bisa duduk di bangku kuliah.

Jadi program kuliah gratis sangat besar manfaatnya untuk meningkatkan kualitas anak-anak dari keluarga tidak mampu. Bahkan, kelak bisa menaikkan kelas keluarganya.

Untuk itu, alokasi anggaran untuk perguruan tinggi mesti dihitung lagi. Berapa yang mesti dialokasikan ke PTN dan berapa ke PTS. Apakah nantinya ada anggaran yang mesti diambil dari sektor lain, atau perubahan alokasi dari sektor pendidikan tinggi sendiri.

Baca juga : Cegah Korupsi Di Birokrasi

Jadi sekali lagi, rencana pelaksanaan program kuliah 100 persen gratis jangan ditunda. Sebab, kalau ditunda, harapan anak-anak dari keluarga miskin untuk kuliah akan pupus.

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 1 & 6, edisi Sabtu, 10 Oktober 2026 dengan judul "Jangan Tunda Kuliah Gratis"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.