Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Dominasi Marc Marquez di musim MotoGP 2025 nyaris tak terbendung. Namun, meski unggul jauh dalam perolehan poin dan hampir menyentuh garis akhir menuju gelar juara dunia, pembalap tim Ducati Lenovo itu menegaskan tidak ingin terburuburu mengunci titel juara.
Bagi Marquez, kesabaran dan manajemen tekanan menjadi kunci di sisa musim. Hingga awal Agustus ini, Marquez kokoh di puncak klasemen sementara MotoGP dengan koleksi 381 poin.
Ia unggul 120 poin dari rival terdekatnya, yang tidak lain adalah adik kandungnya sendiri, Alex Marquez, dari tim Gresini Ducati.
Pencapaian itu diraih berkat delapan kemenangan balapan utama, serta kemenangan di 11 balapan sprint. Namun, meski secara matematis peluangnya sangat besar untuk segera menyegel gelar juara dunia ke-7 di kelas utama, Marquez menolak untuk terbuai.
Baca juga : MotoGP, Alex Marquez Pasrah Cuma Jadi Runner-up
“Masih banyak balapan yang harus dijalani. Ada sprint race, ada race utama. Saya tidak ingin lengah hanya karena punya keunggulan besar,” ujar Marquez dikutip dari Crash.net, Minggu (3/8/2025).
“Saya pernah mengalami hal yang mirip di tahun 2014, saat mencoba menyelesaikan kejuaraan secepat mungkin. Hasilnya? Saya malah terjatuh di Misano dan Aragon. Itu pengalaman berharga.”
Pengalaman di musim 2014 tampaknya menjadi pengingat kuat bagi Marquez. Ketika itu, ia sedang dalam performa puncak dan berusaha menutup musim secepat mungkin.
Namun ambisi yang terlalu besar justru menjadi bumerang. Dua kecelakaan dalam waktu dekat membuatnya kehilangan momentum, meski pada akhirnya ia tetap berhasil mengamankan gelar. Kini, di usia 32 tahun, Marquez tampil lebih dewasa.
Baca juga : MotoGP Jerman, Alex Marquez Tidak Ngotot Naik Podium
Ia tidak lagi memburu kemenangan semata, tetapi juga memperhitungkan konsistensi dan strategi jangka panjang.
“Kunci dari kejuaraan bukan hanya soal cepat, tapi juga soal cerdas. Saya belajar untuk mengelola tekanan dan mengendalikan emosi,” lanjutnya.
Ia menyebut, paruh pertama musim ini merupakan fase yang paling menantang. Tekanan untuk tampil impresif bersama Ducati sangat tinggi, terlebih ini adalah musim pertamanya bersama tim pabrikan merah tersebut. Namun, setelah melewati setengah musim dengan hasil memuaskan, kini Marquez merasa lebih tenang.
“Sekarang kami punya keunggulan. Itu membuat tekanan di pundak saya berkurang. Tapi justru karena itulah saya harus lebih berhati-hati. Kami akan menghadapi balapan berturut-turut. Tidak boleh ceroboh,” tegasnya.
Baca juga : Di Mandalika, Marc Marquez Bakal Berjaya
Marquez juga menambahkan bahwa dirinya tetap berusaha meraih hasil maksimal di setiap akhir pekan. Namun ia sadar, target sempurna bukanlah sesuatu yang realistis. “ saya akan mencoba mendapatkan 37 poin di setiap pekan itu berarti menang di sprint dan race. Tapi saya juga tahu itu tidak mudah. Yang penting, tetap berada dalam ritme yang positif,” katanya.
Di beberapa balapan terakhir, Marquez tampil nyaris tanpa cela. Lima seri terakhir semuanya ia menangi, baik di balapan utama maupun sprint. Namun justru di tengah performa dominan itulah ia memilih untuk tidak bermain agresif berlebihan.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya