Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Fabio Quartararo kembali melayangkan kritik kepada Yamaha setelah gagal naik podium dalam balapan MotoGP Republik Ceko. Menurut pembalap asal Prancis itu, mesin motornya sudah ketinggalan zaman alias jadul.
Kondisi itu, diyakini Quartararo sebagai penyebab dirinya sulit bersaing di grup depan, meski start dari posisi ketiga.
Sepanjang musim 2025, Quartararo menjadi salah satu pembalap tercepat dalam sesi kualifikasi. Ia meraih pole position di Jerez, Le Mans, Silverstone, dan Assen.
Namun, keunggulan satu lap ini tak mampu dipertahankan saat balapan. Hingga saat ini, hanya podium kedua di GP Spanyol yang mampu diraih juara dunia MotoGP 2021 itu.
Baca juga : Acha Septriasa, Cerai, Asuh Anak Bareng Eks Suami
Di Brno, Quartararo kembali menunjukkan kecepatan dalam kualifikasi, namun hanya finis di posisi keenam saat balapan. Ia tertinggal 11 detik dari pemenang lomba, disalip oleh dua Ducati, dua Aprilia, dan satu KTM.
Ia bahkan berpotensi finis ketujuh andai Enea Bastianini tidak terjatuh. “Masalahnya jelas: mesin kami kalah dari rival,” ujar Quartararo seperti dikutip ESPN, kemarin.
Menurutnya, meski tiap pabrikan memiliki sasis berbeda, Ducati, KTM, dan Aprilia sama-sama mengandalkan konfigurasi mesin V4.
Sementara, Yamaha masih memakai mesin inline-four, yang dinilai kurang bertenaga saat bersaing dalam kelompok besar.
Baca juga : Ditegaskan Menteri Imipas, MRC Masih di Negeri Jiran
Baru pada tahun lalu, Yamaha mengembangkan mesin V4 untuk balapan. Uji coba awal dilakukan test rider Augusto Fernandez dan Andrea Dovizioso.
Namun, debut mesin baru ini ditunda hingga 2026. Quartararo mendesak pabrikan asal Iwata, Jepang itu untuk mempercepat pengembangan mesin ini.
“Keluar tikungan kami cukup baik, tapi saat pengereman dan memasuki tikungan, grip kami lemah. Itu sangat merugikan,” keluhnya.
Kontrak Quartararo dengan Yamaha telah diperpanjang hingga akhir 2026. Namun ia mulai kehilangan kesabaran.
Baca juga : Tahun Ini Baru 2 Kali OTT, KPK Minta Maaf
Quartararo merasa telah menyia-nyiakan masa emas karier karena minimnya kemajuan motor.
“Start dari depan tidak cukup. Saya bisa cepat saat sendiri, tapi kehilangan banyak hal saat di grup: grip, tenaga, aerodinamika. Semuanya turun,” katanya.
Meski begitu, ia masih menyimpan harapan. “Kami bekerja keras memperbaiki masalah ini,” ujarnya singkat. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya