Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Dualisme kepengurusan di cabang olahraga sepak takraw akhirnya menemukan titik terang.
Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengonfirmasi telah menerima surat dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) dan Komite Olimpiade Indonesia (KOI) yang menyatakan persoalan ini resmi tuntas.
KONI dan KOI sebelumnya menjalankan arahan Menpora Erick untuk duduk bersama mencari penyelesaian lewat musyawarah.
Baca juga : Pengamat Puji Tito Tegas Sikapi Bupati Aceh Selatan
Setelah melalui proses yang cukup panjang, ditetapkan bahwa Pengurus Besar (PB) Persatuan Sepak Takraw Seluruh Indonesia (PSTI) periode 2025–2029, dipimpin Surianto, menjadi kepengurusan yang diakui secara nasional maupun internasional.
Erick mengaku sudah menerima surat pengakuan kepengurusan PSTI periode 2025-2029 dari KOI. Dia juga menerima surat keputusan KONI tentang pengukuhan personalia PB PSTI.
Dua surat ini merupakan tindak lanjut terhadap arahan yang dia berikan pada awal Oktober lalu untuk menyelesaikan sengketa kepengurusan olahraga.
Baca juga : Menpora Erick: Indonesia Harus Jadi Kekuatan Baru Industri Olahraga
"Hal ini menjadi bukti bahwa Kemenpora bersama KOI dan KONI telah berhasil menyelesaikan dualisme di cabang sepak takraw yang telah berlarut-larut dan merugikan para atlet selama ini,” terang Menpora Erick.
Erick juga mengingatkan tiga cabor lain yang masih menghadapi dualisme, anggar, tinju, dan tenis meja—untuk segera menuntaskannya sebelum tahun 2025 berakhir.
“Saya kembali mengingatkan kepada tiga cabor lainnya yaitu anggar, tinju dan tenis meja untuk segera menuntaskan masalah batasnya akhir Desember ini. Jika masih belum selesai, saya akan ambil alih untuk menyelesaikan agar tidak ada perpecahan lagi demi prestasi olahraga kita,” tegasnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya