Dark/Light Mode

Prof. Jonni: Prestasi Atlet Di SEA Games Buah Keberhasilan Pengurus Besar Cabor

Senin, 15 Desember 2025 12:17 WIB
Pengamat olahraga nasional Prof. Jonni Siahaan. (Foto : Ist)
Pengamat olahraga nasional Prof. Jonni Siahaan. (Foto : Ist)

RM.id  Rakyat Merdeka - Pengamat olahraga nasional Prof. Jonni Siahaan mengapresiasi capaian atlet Indonesia di ajang SEA Games 2025 Thailand. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan hasil kerja Pengurus Besar cabor bukan karena KONI daerah semata.   

Hingga kini, Indonesia semakin kokoh di peringkat kedua klasemen medali SEA Games 2025 berkat tambahan 12 emas, 10 perak, dan 13 perunggu pada Minggu (14/12/2025).

Berdasarkan laman resmi panitia SEA Games 2025 Thailand, kontingen Merah Putih mengumpulkan 43 emas, 56 perak, dan 53 perunggu, dengan total 152 medali.

Menurut Prof. Jonni, para atlet Indonesia sudah berjuang keras di SEA Games. Ini harus dianggap bahwa pengurus besar cabor berhasil membina atlet.

Sementara tolok ukur utama keberhasilan KONI Provinsi, termasuk KONI DKI Jakarta, dilihat dari prestasi pada Pekan Olahraga Nasional (PON).

Baca juga : Trimedya Berharap Gulat Harumkan Nama Bangsa

Dalam sistem pembinaan olahraga nasional, PON merupakan target strategis KONI Provinsi. Sementara itu, ajang internasional sepenuhnya menjadi kewenangan Pengurus Besar/Pengurus Pusat (PB/PP) cabang olahraga bersama KONI Pusat.

“Secara sistem, atlet yang berprestasi di PON akan diseleksi untuk masuk Pelatnas. Sejak tahap itu, pembinaan, pengelolaan program latihan, hingga manajemen prestasi atlet tidak lagi menjadi kewenangan KONI Provinsi, melainkan PB/PP cabor dan KONI Pusat,” ujar Prof. Jonni.

Menurutnya, harus ada korelasi, antara dominasi di PON dengan banyaknya atlet berprestasi di SEA Games, Asian Games, hingga Olimpiade. Jika PON gagal, tetapi klaim prestasi internasional tinggi, patut dipertanyakan..

“Ini bentuk kepedulian terhadap masa depan olahraga prestasi. Yang dibutuhkan adalah evaluasi menyeluruh, bukan euforia event dan pesta seremoni,” ujarnya.

Prof. Jonni juga menekankan pentingnya sikap arif dan bijaksana, khususnya terkait regenerasi organisasi. Ia menyinggung prinsip sportivitas dalam manajemen olahraga perlu dijunjung tinggi pemimpin dalam organisasi.

Baca juga : Timnas Putri Lolos Semifinal SEA Games 2025, Targetkan Pulang Bawa Medali

“Dalam prinsip sportivitas, jika pemimpin gagal tiga kali di PON, seharusnya ada keinginan kuat memberi kesempatan figur lain yang kompeten,” tegasnya.

“Olahraga prestasi harus dibangun dengan sistem pembinaan jangka Panjang, kinerja, dan integritas, bukan klaim,” pungkas Prof. Jonni Siahaan yang pernah menjabat, Komisioner Badan Standarisasi dan Akreditasi Nasional Keolahragaan (BSANK) Kemenpora RI tahun 2020.

Sabtu (14/12/2025), Tim nasional bulu tangkis Indonesia menyumbang dua emas dari nomor tunggal putra melalui Alwi Farhan yang mengalahkan kompatriotnya Moh Zaki Ubaidillah.

Medali emas juga diraih ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Moh Reza Pahlevi Isfahani. Selain itu, ganda putri Febriana Dwipuji Kusuma/Meilysa Trias Puspitasari juga menyumbangkan medali perunggu.

Atlet wushu Edgar Xavier Marvelo mempersembahkan emas pada nomor taulo gabungan Chang Quan, Dao Shu, dan Gunshu yang menjadi penampilan terakhirnya membela Indonesia dalam SEA Games.

Baca juga : Lepas 16 Atlet Ke SEA Games Thailand, PB IKASI Targetkan Minimal Satu Emas

Tambahan emas juga datang dari tim balap sepeda road race dan tim menembak nomor air pistol 10 meter beregu putra SEA Games 2025.

Atletik juga menjadi cabang olahraga penyumbang emas SEA Games 2025. Atlet jalan cepat Hendro Yap kembali menegaskan dominasinya di Asia Tenggara dengan medali emas.

Pelari jarak jauh putra Robi Syianturi juga meraih medali emas nomor maraton. Sementara, Odekta Elvina Naibaho sukses mencetak sejarah dengan hattrick emas maraton putri pada SEA Games 2025.

Capaian tersebut membuat Indonesia berdiri kokoh di peringkat kedua, sementara Vietnam yang membayangi Merah Putih berada di urutan ketiga dengan 34 emas, 34 perak, dan 66 perunggu.

Puncak klasemen masih diduduki tuan rumah Thailand dengan 132 emas, 78 perak, dan 47 perunggu, dengan total 257 medali.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.