Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
RM.id Rakyat Merdeka - Pekan ke-22 BRI Super League 2025/26 menjadi momentum krusial bagi Bali United FC untuk keluar dari periode sulit. Serdadu Tridatu dijadwalkan bertandang ke markas PSIM Yogyakarta di Stadion Sultan Agung, Senin (23/2/2026) malam.
Bagi kedua tim, duel ini bukan sekadar laga rutin. Baik Bali United maupun PSIM sama-sama membutuhkan hasil positif guna menghentikan tren yang kurang memuaskan sejak memasuki putaran kedua. Kondisi tersebut membuat pertemuan di Bantul diprediksi berlangsung sengit.
Saat ini Bali United berada di peringkat ke-11 klasemen sementara dengan koleksi 28 poin. Mereka terpaut empat angka dari PSIM yang menempati posisi ketujuh. Jarak yang relatif tipis di papan klasemen menambah bobot penting pertandingan, terlebih dengan ambisi kedua tim untuk kembali ke jalur kemenangan.
Baca juga : Ramadan Jadi Momentum, Dewa United Siap Hadapi Tantangan Borneo
Pelatih kepala Bali United, Johnny Jansen, menegaskan timnya datang dengan persiapan serius. Evaluasi menyeluruh dilakukan menyusul hasil-hasil yang belum sesuai target.
"Ada beberapa hal yang kami ubah untuk bisa meraih kembali poin sempurna. Kami bicara dengan pemain, menunjukkan beberapa video pertandingan, dan mencari solusi untuk rencana kita bersama," kata pelatih asal Belanda itu.
"Saya tidak bisa menjelaskan secara penuh rencana itu, tetapi kita akan berusaha melakukan maksimal demi hasil yang terbaik," imbuhnya.
Baca juga : Malam Ini Lawan Persita, Persib Bidik Revans di GBLA
Motivasi tambahan juga datang dari catatan pertemuan sebelumnya. Pada laga putaran pertama di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali United harus menyerah 1-3 dari PSIM. Kekalahan tersebut masih menjadi pengingat, meski pada pertandingan pramusim di venue yang sama, Laskar Mataram sempat kebobolan enam gol tanpa balas.
Dari sisi tuan rumah, PSIM juga tengah berupaya menemukan kembali konsistensi. Mereka membuka putaran kedua dengan dua kekalahan beruntun dari Persebaya Surabaya dan Borneo FC, sebelum akhirnya bermain imbang kontra Persis Solo dan Persik Kediri. Grafik performa yang menurun ini kontras dengan penampilan stabil PSIM di putaran pertama.
Situasi Bali United pun belum ideal. Serdadu Tridatu menelan kekalahan dari Persik, Persebaya, dan Persija Jakarta, serta hanya mampu membawa pulang satu poin saat ditahan Semen Padang. Dengan kondisi tersebut, laga di Bantul menjadi ujian penting sekaligus peluang untuk membalikkan arah perjalanan musim.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya