Dark/Light Mode

MotoGP, Toprak Razgatlioglu Masih Belum Pede Soal Ban

Rabu, 25 Februari 2026 05:45 WIB
MotoGP, Toprak Razgatlioglu Masih Belum Pede Soal Ban

RM.id  Rakyat Merdeka - Langkah pertama Toprak Razgatlioglu di kelas utama MotoGP tidak berjalan mulus. Menjelang debut resminya bersama Pramac Yamaha pada musim 2026, pembalap asal Turki itu masih bergulat dengan satu persoalan krusial: karakter ban depan.

Sepanjang tes pramusim di Buriram, Toprak mengaku belum menemukan titik nyaman dengan ban Michelin yang digunakan di MotoGP. Bukan soal kecepatan lurus atau pengereman, melainkan rasa aman saat motor diajak masuk dan keluar tikungan.

Juara dunia Superbike tiga kali tersebut akan membuka lembaran baru kariernya pada Grand Prix Thailand akhir pekan ini. Namun, hasil tes menunjukkan adaptasinya bersama motor Yamaha masih jauh dari ideal.

Baca juga : MotoGP, Luca Marini Belum Puas Motor Anyar

Toprak menutup tes Buriram di papan bawah, terpaut lebih dari dua detik dari waktu tercepat. Hasil itu mencerminkan proses penyesuaian yang belum tuntas, terutama dibandingkan pembalap MotoGP lain yang sudah terbiasa memaksimalkan ban depan saat menikung agresif.

Untuk mempercepat proses belajar, Toprak bahkan mengikuti rekan setimnya, Jack Miller, guna memahami perbedaan pendekatan balap, khususnya dalam menentukan kecepatan masuk tikungan dan sudut kemiringan motor.

Menurut Razgatlioglu, tantangan terbesarnya adalah membaca batas cengkeram ban depan—sesuatu yang sangat menentukan ritme balap di MotoGP.

Baca juga : MotoGP 2026, Aprilia Racing Masih Tanpa Sponsor Utama

“Saat pengereman tidak masalah, tetapi ketika menikung saya tidak tahu batasnya. Pembalap lain bisa menikung dengan sangat agresif, sementara saya masih menunggu dan khawatir ban depan kehilangan grip,” ujarnya seperti dikutip dari Crush, Selasa (24/2/2026).

Menariknya, selama proses adaptasi tersebut, Toprak mengaku belum pernah mengalami kecelakaan. Ia justru menilai, jatuh bisa menjadi bagian penting untuk memahami limit sebenarnya dari ban depan MotoGP.

Kondisi itu menegaskan bahwa transisi dari Superbike ke MotoGP bukan sekadar soal kecepatan, melainkan soal rasa, kepercayaan diri, dan keberanian membaca batas. Bagi Toprak Razgatlioglu, jawaban atas tantangan itu akan sangat menentukan langkah awalnya di panggung tertinggi balap motor dunia.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.