Dark/Light Mode

Titik Api Muncul Di Sumatera & Kalimantan

Karhutla Makin Meluas

Kamis, 13 Agustus 2026 08:03 WIB
Ilustrasi kebakaran lahan. (Foto: BNPB)
Ilustrasi kebakaran lahan. (Foto: BNPB)

RM.id  Rakyat Merdeka - Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) semakin meluas memasuki periode puncak El Nino. Sejumlah titik api muncul di wilayah Sumatera dan Kalimantan.

Kepala Balai Pengendalian Kebakaran Hutan Wilayah Sumatera Ferdian Krisnanto mengatakan, karhutla terjadi di tiga provinsi, yakni Riau, Jambi, dan Sumatera Selatan (Sumsel). Kebakaran terluas terjadi di Ogan Komering Ilir, Sumsel, mencapai 326 hektare (ha), serta Pelalawan, Riau, dengan luas lebih dari 100 hektare.

“Selain itu, titik kebakaran baru juga terus bermunculan di banyak tempat,” ujar Ferdian, Selasa (11/8/2026).

Menurut dia, titik api baru banyak ditemukan di sekitar Kota Palembang dan sejumlah lokasi di sepanjang Jalan Lintas Sumatera.

Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat peningkatan titik panas di wilayah Kalimantan. Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah menjadi wilayah dengan jumlah titik panas yang relatif tinggi.

BMKG menyebut lonjakan jumlah titik panas menjadi salah satu indikator meningkatnya risiko karhutla. Berdasarkan data BMKG hingga awal Agustus 2026, tercatat akumulasi 9.538 titik panas secara nasional.

Baca juga : Tak Akan Hadiri Sidang Tahunan MPR, SBY Cek Kesehatan di AS

Peningkatan aktivitas karhutla juga berdampak terhadap kualitas udara. Kebakaran yang meluas dapat meningkatkan konsentrasi partikulat halus PM2.5 yang berisiko terhadap kesehatan masyarakat.

Sementara, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mencatat hingga Rabu (12/8/2026) pukul 07.00 WIB, 16 hektare lahan terbakar di empat daerah, yakni Sragen, Sidenreng Rappang, Cianjur, dan Trenggalek.

Di Sragen, Jawa Tengah, karhutla terjadi di Desa Bukuran, Kecamatan Kalijambe, pada Selasa (11/8/2026) dan membakar lima hektare lahan. Di Sidenreng Rappang, Sulawesi Selatan, kebakaran terjadi di Desa Mojong dan Kelurahan Lawawoi dengan luas total tujuh hektare.

Di Cianjur, Jawa Barat, karhutla terjadi di kawasan perbukitan Gunung Picung, Desa Cikondang, Kecamatan Cibeber, pada Senin (10/8/2026) dan membakar tiga hektare lahan. Sementara di Trenggalek, Jawa Timur, kebakaran di kawasan Gunung Jabung, Desa Kedungsigit, Kecamatan Karangan, membakar sekitar satu hektare lahan.

Plh. Kepala Pusat Data, Informasi, dan Komunikasi Kebencanaan BNPB Dodi Yuleova mengimbau, masyarakat meningkatkan kewaspadaan terhadap bencana hidrometeorologi kering, khususnya karhutla. Menurut dia, karhutla berdampak terhadap lingkungan, kualitas udara, kesehatan, aktivitas ekonomi, dan kehidupan sosial.

“Masyarakat diharapkan tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan, termasuk untuk membuka lahan, serta segera melaporkan apabila menemukan titik api atau indikasi terjadinya karhutla kepada pihak berwenang,” kata Dodi dalam keterangannya, Rabu (12/8/2026).

Baca juga : Diguncang Gempa Dahsyat, Kolombia Luluh Lantak, 132 Orang Meninggal

Pencegahan Diperkuat

Direktur Jenderal Penegakan Hukum Kementerian Kehutanan (Kemenhut) Dwi Januanto Nugroho mengatakan, Pemerintah memperkuat pendekatan pencegahan dan pengawasan sebelum kebakaran berkembang lebih luas. Pemantauan titik panas dan luas area terbakar dilakukan secara real time.

Status siaga darurat karhutla telah ditetapkan di tujuh provinsi, yakni Riau, Kalimantan Barat, Sumatera Selatan, Jambi, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan, dan Jawa Barat. “Ini untuk mempercepat mobilisasi sumber daya nasional dan koordinasi lintas sektor,” ujar Dwi kepada wartawan, Selasa (12/8/2026).

Kemenhut menyiagakan personel Manggala Agni bersama TNI, Polri, dan pemerintah daerah untuk melakukan patroli, pemantauan hotspot, dan pemadaman sedini mungkin. Pengendalian juga dilakukan melalui Operasi Modifikasi Cuaca (OMC) bersama BMKG dan BNPB serta pembasahan kawasan gambut melalui pengaturan pintu air dan pembangunan sekat kanal.

Pemerintah juga membuka opsi meliburkan sekolah apabila paparan asap Karhutla membahayakan kesehatan siswa.

Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan, penyesuaian kegiatan dapat dilakukan berdasarkan kondisi di masing-masing daerah. “Bilamana dirasa di lapangan untuk disesuaikan, ya kita tidak ada masalah untuk disesuaikan dengan kondisi di daerah masing-masing,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Negara, Jakarta, Rabu (12/8/2026).

Baca juga : Menuju Kursi Gubernur Bank Indonesia, Jalan Destry Diprediksi Mulus

Prasetyo menegaskan, prioritas pemerintah saat ini adalah mempercepat penanganan dan pemadaman karhutla. Pemerintah memastikan dukungan administratif dan logistik tersedia bagi petugas di lapangan.

“Kami sudah koordinasi ke semua pihak, apa pun yang diperlukan, tidak boleh lagi ada kendala, baik secara administratif maupun secara logistik,” ujarnya.

Ia juga mengapresiasi personel TNI, Polri, relawan, dan masyarakat serta mengimbau warga tidak membuang puntung rokok dan korek api sembarangan atau membuka lahan dengan cara membakar.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.