Dark/Light Mode

PSIM Vs Persijap Jepara, Van Gastel Waspadai Kebangkitan Tim Tamu

Rabu, 11 Maret 2026 15:47 WIB
Para pemain PSIM Yogyakarta saat latihan. (Foto : Ileague)
Para pemain PSIM Yogyakarta saat latihan. (Foto : Ileague)

RM.id  Rakyat Merdeka - PSIM Yogyakarta akan menjalani laga penting saat menjamu Persijap Jepara pada pekan ke-25 BRI Super League 2025/26. Pertandingan tersebut dijadwalkan berlangsung di Stadion Sultan Agung, Bantul, Rabu (11/3/2026) pukul 20.30 WIB.

Bermain di hadapan pendukung sendiri membuat Laskar Mataram berambisi meraih kemenangan. Tambahan tiga poin akan sangat berarti bagi PSIM untuk memperbaiki posisi mereka di papan klasemen.

Saat ini PSIM berada di peringkat ke-8 dengan koleksi 37 poin dari 24 pertandingan. Jika mampu mengalahkan Persijap, tim asal Yogyakarta itu berpeluang naik satu tingkat ke posisi ke-7.

Namun, PSIM tidak ingin meremehkan kekuatan Persijap. Tim tamu dipastikan datang dengan motivasi tinggi karena sedang berusaha keluar dari tekanan di papan bawah.

Baca juga : Persijap Jepara Incar Poin di Kandang PSIM Yogyakarta

Persijap kini berada di peringkat ke-15 dengan raihan 20 poin dari 24 laga. Posisi tersebut hanya satu tingkat di atas zona degradasi sehingga setiap poin sangat berarti bagi Laskar Kalinyamat.

Pelatih PSIM, Jean Paul Van Gastel, menilai Persijap mengalami perkembangan signifikan setelah melakukan perubahan komposisi pemain pada putaran kedua kompetisi.

“Kami kehilangan satu pemain karena kartu merah. Sedangkan Persijap, mereka membawa sekitar 10 pemain baru yang cukup berkualitas, termasuk dari Liga India dan Spanyol. Dalam tiga pertandingan terakhir mereka mampu mendapat lima poin. Jadi ini akan menjadi pertandingan yang sulit,” kata Jean Paul Van Gastel.

PSIM sendiri juga harus menghadapi kendala absennya salah satu pemain. Fahreza Sudin tidak bisa tampil karena mendapatkan kartu merah pada pertandingan sebelumnya.

Baca juga : Ketum Perbanas Beberkan Strategi Perbankan Hadapi Ketidakpastian Ekonomi Global

Sementara itu Persijap juga datang tanpa beberapa pemain penting, termasuk bek asing Jose Luis Espinosa Arroyo serta gelandang Wahyudi Hamisi.

Di sisi lain, PSIM masih berusaha menemukan konsistensi permainan. Dari lima laga terakhir, Laskar Mataram hanya mampu mencatat satu kemenangan dan empat kali hasil imbang.

Satu-satunya kemenangan tersebut diraih saat menghadapi PSBS Biak dengan skor 4-2 pada pekan ke-23.

Van Gastel juga menyoroti pertandingan terakhir melawan Semen Padang, ketika timnya harus bermain dengan 10 orang sejak menit ke-37.

Baca juga : APHI–Unila Perkuat Kolaborasi Kembangkan Multiusaha Kehutanan Di Lampung

“Dengan 10 pemain, itu mempengaruhi pertandingan. Pada menit pertama kami juga sedikit kesulitan dengan formasi dan penguasaan bola. Detail-detail ini yang akan kami perbaiki,” ujarnya.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.