Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- Tim Hukum Febrie: Jawaban Polri dan Kejagung Perkuat Praperadilan
- Rapat 4 Jam di BPKP, Hashim & Ara Bahas Pembentukan Tim Kawal Investasi Qatar
- Tahan Suku Bunga Di 5,75%, BI Fokus Jaga Stabilitas Rupiah
- Penyelundupan 2,6 Ton Sabu Cair Digagalkan, MMB: Kado Indah HUT Kemerdekaan
- Juara Dewata Series, Igor Tolic Puji Mentalitas Skuad Persib
PSIM Matangkan Taktik dan Fisik Jelang Super League 2026/27
Rabu, 19 Agustus 2026 16:20 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - PSIM Yogyakarta terus mematangkan persiapan menghadapi kompetisi Super League 2026/27. Salah satunya melalui latih tanding menghadapi Persekabpas Pasuruan di Stadion Mandala Krida, Yogyakarta, Selasa (18/8/2026) sore.
Manajer PSIM Iksan Mahar mengatakan, pertandingan tersebut menjadi bagian dari proses evaluasi untuk mengukur kesiapan fisik sekaligus menyempurnakan skema permainan tim.
“Secara keseluruhan sejak awal uji coba kita memang bukan untuk mencari hasil, melainkan bagaimana menyempurnakan tim secara taktis, teknis, hingga kondisi fisik para pemain,” ungkap Iksan.
Dalam dua pekan terakhir, PSIM memang meningkatkan intensitas uji tanding. Agenda tersebut difokuskan untuk mematangkan komposisi sebelas pertama sekaligus membangun koneksi antarpemain.
Baca juga : Moussa Bagayoko Makin Nyaman di PSS Sleman
Iksan mengakui masih terdapat sejumlah kekurangan, terutama dalam hubungan antarpemain di lini depan. Beberapa pemain anyar dinilai masih membutuhkan waktu untuk menemukan bentuk permainan terbaik bersama rekan-rekannya.
“Jadi, kami melihat adanya kekurangan di area tersebut dan hal ini tentu menjadi evaluasi, terutama bagi beberapa pemain baru di lini depan yang terlihat masih mencari cara dan bentuk permainan terbaik. Tidak hanya secara taktis, tetapi juga hubungan antarpemain,” tuturnya.
Rotasi juga terus dilakukan untuk melihat kesiapan setiap pemain ketika mendapatkan kesempatan tampil. Beberapa pemain yang sebelumnya hanya bermain sekitar 30 menit saat menghadapi Bhayangkara FC di Kebo Giro, Boyolali, kembali mendapat kesempatan.
“Iya, kami memang ingin mencoba, terutama para pemain yang kemarin hanya bermain setengah jam melawan Bhayangkara FC di Kebo Giro, Boyolali,” tambah Iksan.
Baca juga : Kabar Baik, Bek Asal Serbia Pankov Pulih dari Cedera
Menurutnya, masih adanya sejumlah kelemahan dalam permainan merupakan bagian dari proses persiapan. Karena itu, hasil pertandingan uji coba tidak menjadi tolok ukur utama bagi PSIM.
“Kami memang masih melihat beberapa titik kelemahan, tetapi ini tentu belum bisa menjadi tolok ukur bagaimana mereka bermain di liga nanti,” tegasnya.
Penampilan penjaga gawang muda Athaullah Daib juga mendapat apresiasi. Ia tercatat melakukan tiga penyelamatan penting ketika menghadapi pemain-pemain berpengalaman Persekabpas.
“Ada tiga penyelamatan yang dilakukan oleh Daib. Meskipun tadi kebobolan oleh pemain yang terpaut usia 30 tahun dengannya, hal ini tentu menjadi hal positif bagi Daib karena memberikan pengalaman melakukan tiga penyelamatan penting,” kata Iksan.
Baca juga : PSS Sleman Makin Bugar Jelang Super League 2026/27
Sementara itu, pemain PSIM Raka Cahyana Rizky menilai latih tanding tersebut memberikan dampak positif terhadap peningkatan menit bermain dan adaptasi stamina para pemain.
“Hari ini kita melawan tim yang cukup bagus secara pertahanan. Secara stamina, perlahan-lahan kami mulai beradaptasi karena biasanya tidak bermain selama 90 menit,” ujar Raka.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya