Dark/Light Mode

APBN KiTa Kinerja dan Fakta 2019

Senin, 26 Agustus 2019 14:53 WIB
KHAIRIZAL ANWAR / RM
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) bersama Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti (kanan), Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman (kiri), Dirjen Anggaran Askolani (tengah), dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara berbincang sebelum menggelar konferensi pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) 2019 di Jakarta, Senin (26/8).  Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 mencapai Rp183,7 triliun hingga akhir Juli 2019 atau setara 1,14 persen dari produk domestik bruto (PDB), defisit tersebut lebih tinggi dibanding priode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya Rp 151,0 triliun atau setara 1,02 
Menteri Keuangan Sri Mulyani (kedua kanan) bersama Dirjen Perimbangan Keuangan Astera Primanto Bhakti (kanan), Dirjen Pengelolaan Pembiayaan dan Risiko Luky Alfirman (kiri), Dirjen Anggaran Askolani (tengah), dan Kepala Badan Kebijakan Fiskal Suahasil Nazara berbincang sebelum menggelar konferensi pers APBN KiTa (Kinerja dan Fakta) 2019 di Jakarta, Senin (26/8).  Defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2019 mencapai Rp183,7 triliun hingga akhir Juli 2019 atau setara 1,14 persen dari produk domestik bruto (PDB), defisit tersebut lebih tinggi dibanding priode yang sama pada tahun sebelumnya yang hanya Rp 151,0 triliun atau setara 1,02