Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Smart Farming, Wujudkan Ketahanan Pangan Jayawangi Farm
Kamis, 23 Oktober 2025 16:02 WIB
DWI PAMBUDO / RM
Produktivitas pertanian sering terkendala hama, cuaca dan pengelolaan air, petani kesulitan memantau kondisi tanah dan kebutuhan air tanaman secara real-time, diperlukan teknologi efisien, ramah lingkungan dan otomatis untuk meningkatkan hasil pertanian.
Jayawangi Farm dengan luas 10 hektar dari total area 32 hektar Kelompok Tani Hutan (KTH) Nurul Amal, dengan sistem Agroforestri penggunaan lahan mengintegrasi pepohonan dengan tanaman pertanian dan ternak untuk menghasilkan manfaat lingkungan, ekonomi dan sosial berkelanjutan serta ketahanan pangan nasional.
PLN Peduli berkolaborasi dengan KTH Nurul Amal mengembangkan Pertanian modern dengan program Smart Farming yang memanfaatkan energi listrik dan teknologi Internet of Things (IoT) yang diharapkan dapat mendukung peningkatan produktivitas sektor pertanian di Kampung Babakan Jayawangi, Desa Gunungendut, Kecamatan Kelapanunggal, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat. (20/10/2025).
Dampak program peningkatan kompetisi petani, penambahan kWh terpasang 4400VA, penyerapan CO2 pada lahan persawahan seluas 2 Ha, peningkatan kualitas hasil pertanian. Tujuan efisiensi pertanian dengan IoT, minim kerugian hama dan irigasi, monitoring mudah berbasis data, mendukung pertanian berkelanjutan
Jayawangi Farm bukan hanya produktif pohon duriannya terdapatpula pohon kayu cempaka, kayu balsa, sengon, alpukat. Mengembangkan penjualan bibit bibit tanaman durian Jayawangi Farm juga membuat UMKM minuman lemon telang, sereh, kunyit asem, kopi, eco enzyme, aneka kripik, kue basah, dan vanila bean.
PLN Peduli meoptimalkan peralatan teknologi pertanian berbasis listrik seperri Alat pengendali hama adalah intergrasi orang-orangan sawah dengan IoT, dilengkapi sensor motor servo dan speaker untuk gerakan dinamis dan suara hama, menggunakan energi surya, ramah lingkungan dan hemat biaya, inovasi interaktif dan otomatis tidak hanya statis seperti tradisional.
Alat irigasi cerdas adalah irigasi otomatis berbasis pompa dan valve yang bisa dikontrol, aliran air disesuaikan dengan blok pohon durian, efisiensi penggunaan air hanya area yang membutuhkan yang disiram, inovasi irigasi presisi dengan kontrol berbasis IoT (real-time dan hemat energi).
Alat pengukur cuaca adalah pengukuran kecepatan dan arah angin, pengukuran intensitas hujan, cahaya, suhu dan kelembatan, membantu petani menentukan waktu tanam penyiraman dan perlindungan tanaman, inovasi integrasi ke sistem IoT untuk prediksi dan keputusan cepat.
Parameter tanah adalah mengukur pH tanah, kadar air, NPK, EC (konduktivitas), suhu tanah, memberikan data kesuburan dan nutrisi, inovasi petani bisa tahu kapan harus menambahkan pupuk dan kapan tanaman butuh air.
Ketua Kelompok Tani Hutan (KTH) Nurul Amal sekaligus Owner Jayawangi Farm Ujang Hamdan, sangat berterima kasih kepada PLN atas tekonologi smart farming karena petani merasakan manfaat efektifitas irigasi pengairan bagi kebun durian dan persawahan. Guru Paud KB Fatimah Az Zahra Vika Laela Tri Indrayani, Smart Farming Alhamdulillah berkat program smart farming dari PLN Peduli murid murid dapat mengenal inovasi edukasi perkebunan.
Petani KTH Eman Suleman Nurul Amal mengatakan manfaat sensor iot dan frekuensi pada ‘Bebegig’ atau orang-orangan sawah untuk mencegah hama padi panen padi lebih bagus intinya iot itu “ikhtiar” bareng2 sama petani.”
Perpaduan teknologi pertanian modern dengan electrifying agriculture yang mengoptimalkan energi listrik menjadi satu wujud nyata komitmen PLN dalam memberikan kontribusi pada masyarakat dalam memperkuat energi berdaulat untuk Indonesia kuat.
Tags :
Foto Lainnya