Dark/Light Mode

Dewan Bisnis Indonesia Dan Kanada Sepakat Genjot Kerja Sama Ekonomi Dan Investasi

Rabu, 4 Desember 2024 03:49 WIB

Indonesia terus mengukuhkan diri untuk memperkuat kerja sama dengan Kanada. Khususnya, kerja sama dalam bidang ekonomi dan investasi.

Pada Selasa (3/12/2024), dua dewan bisnis dari Indonesia dan Kanada yakni Indonesia Business Council (IBC) dan Business Council of Canada (BCC) menandatangani Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama. MoU tersebut untuk memperkuat kerja sama antara kedua kelompok bisnis dalam kerangka Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif Indonesia-Kanada (ICA CEPA). 

Penandatanganan dilakukan CEO IBC Sofyan Djalil dan Presiden sekaligus CEO BCC Goldy Hyder di Hotel Raffless Jakarta. Wakil Menteri Perdagangan (Wamendag) Indonesia Dyah Roro Esti Widya Putri dan Menteri Promosi Ekspor, Perdagangan Internasional, dan Pembangunan Ekonomi Kanada Mary Ng menyaksikan penandatanganan kesepakatan yang hangat antara IBC dan BCC pada siang itu. 

Kedua Dewan Bisnis telah sepakat untuk membangun hubungan bisnis yang lebih erat antara kedua negara yang tidak hanya bertujuan untuk mendorong pertumbuhan ekonomi yang lebih besar tetapi juga kemakmuran yang inklusif.

Sofyan Djalil mengatakan, IBC berkomitmen untuk terus memperluas jangkauan internasionalnya. IBC ingin menjadi jembatan kolaborasi bisnis lintas batas yang didukung oleh kebijakan yang baik, termasuk melalui kerja sama formal dengan BCC.

“Kami percaya inisiatif ini akan membuka lebih banyak potensi dan peluang antara Kanada dan Indonesia, terutama dalam memperkuat hubugan dagang dan investasi antara kedua negara,” kata Sofyan Djalil.

Sudah banyak pencapaian dan kemajuan dari hubungan bilateral Indonesia dan Kanada dalam beberapa tahun terakhir. Sebab, Kanada merupakan mitra potensial Indonesia di berbagai bidang. Terutama di sektor prioritas seperti transisi energi, ketahanan pangan, juga dalam perdagangan dan investasi, serta banyak sektor ekonomi lainnya.

Indonesia dan Kanada baru saja menyelesaikan negosiasi substansi untuk Perjanjian ICA CEPA pada Senin (2/12/2024). Negosiasi tersebut telah menghasilkan kesepakatan terkait akses pasar untuk barang, jasa, dan investasi. Perjanjian itu juga mencakup ketentuan tentang UMKM, ketenagakerjaan, lingkungan, pemberdayaan ekonomi perempuan, dan kerja sama di bidang mineral penting.

CEO BCC Goldy Hyder mengatakan, lewat ICA CEPA), pemerintah kedua negara telah berupaya mendorong diversifikasi bisnis. Kedua negara sama-sama berambisi untuk menjadi kekuatan ekonomi di kawasannya.

“Pemerintah telah menjalankan tugas mereka, sekarang saatnya bagi para pelaku bisnis untuk merealisasikan potensi ini. Kanada dan Indonesia sama-sama memiliki ambisi untuk menjadi pusat perekonomian di kawasan dan saya mendorong Indonesia untuk membuka bisnis di Kanada,” kata Goldy Hyder.

Sementara itu, Wamendag Roro menyambut baik penandatanganan kerja sama antara IBC dan BCC. Ia juga menjelaskan beragamnya sektor potensial untuk menjalin kerja sama ekonomi melalui CEPA antara Indonesia dan Kanada.

“Baik Indonesia maupun Kanada berkomitmen untuk mewujudkan kesepakatan ini secepatnya dan berharap dapat menandatangani kesepakatan tersebut pada awal tahun 2025," kata Wamendag Roro.

Menteri Mary Ng mengatakan, kedua negara dapat bekerja sama untuk memperkuat ketahanan ekonomi. Ia mengatakan, perekonomian Kanada memiliki banyak potensi untuk ditawarkan, seperti agrikultur, manufaktur terkini, mineral penting, jasa keuangan, teknologi bersih, dan perdagangan digital.

"Saat ekonomi Indonesia bertumbuh, ekonomi kami juga bertumbuh! Kami juga bisa bekerja bersama untuk memperkuat ketahanan ekonomi nasional dengan pengelolaan sumber daya alam yang efektif dan hilirisasi industri untuk meningkatkan nilai tambah,” kata Mrs Ng.

Siang itu, IBC dan BCC juga menyelenggarakan diskusi meja bundar, atau roundtable discussion. Diskusi itu membahas mengenai keamanan ekonomi dan hilirisasi sumber daya alam Indonesia dalam konteks hubungan perdagangan dan investasi antara Kanada dan Indonesia.

Diskusi berjalan dengan baik. Kedua dewan sepakat untuk meningkatkan perdagangan dan investasi Indonesia dan Kanada. Dengan penduduk mencapai 280 juta jiwa, Indonesia menjanjikan Kanada pasar yang potensial di kawasan Asia Tenggara.

Videografer: Larasati Dyah Utami

Editor: Hendrawan Kosim Wijaya