RM.id Rakyat Merdeka - Niat hati ingin lindungi lagu Bertaut, Nadin Amizah malah diancam gugatan hukum. Sang penyanyi curiga, rumah produksi sengaja bikin gaduh demi promosi.
Nadin angkat suara soal konflik penggunaan lirik lagu miliknya dalam film Bertaut Rindu: Semua Impian Berhak Dirayakan, yang diproduksi SinemArt Pictures. Dalam posting-an terbaru, pelantun Sorai dan Bertaut ini mengaku mendapat ancaman gugatan hukum.
“Dengar-dengar ada yang mau menuntut saya karena merasa dirugikan,” curhat Nadin.
Baca juga : Dunia Alami Ketimpangan dan Krisis Keadilan
Meski tak menyebut pihak mana yang dimaksud, namun diduga kuat adalah rumah produksi film yang sebelumnya diprotes terang-terangan olehnya.
“Secara legal, bukti-bukti saya sama sekali tidak kuat dan bisa jadi tidak valid. Tapi secara etika, minimal musisi-musisi sudah tahu production house mana yang harus dihindari saat ada ajakan kerja sama,” imbuh penyanyi berusia 25 tahun ini.
Tunangannya Faishal Tanjung ini juga menyinggung soal kemungkinan ada permohonan maaf dari dirinya. Tapi dia menegaskan itu pasti di bawah kecaman, ancaman dan tekanan.
Baca juga : Blokir Rekening yang Nganggur di Atas 3 Bulan, PPATK jadi Trending Topic
“Movie industry is big and scary, saya hanya seorang musisi yang baru pertama kali ini memperjuangkan sesuatu sebegininya. You will win, but I’ll have my dignity,” tegas Nadin.
Sekadar informasi, konflik Nadin bermula di bulan Februari 2024, saat dia menolak permintaan pihak SinemArt Pictures untuk menggunakan lagu Bertaut sebagai bagian dari film mereka. Penolakan tersebut disampaikan langsung oleh sang manajer yang juga ibunya sendiri.
“Sebenarnya yang membuat aku kayak confused adalah let’s say aku izinkan penggunaan Bertaut, lagunya dan judulnya. Placement-nya di film tuh akan seperti apa? Karena lirik pertamanya itu langsung ‘Bun’, tentang bundaku. Bun itu maksudnya bukan ‘bun’ sayang, bukan ‘bun’ beb gitu, enggak. Bunda,” ungkapnya.
Baca juga : Gempa 8,8 SR Goyang Rusia, Alarm Tsunami Menyala Di 51 Negara
Nadin mengaku, sempat mengirimkan teguran. Dan pihak rumah produksi berjanji tak akan menimbulkan kegaduhan, tetapi nyatanya tak demikian.
“Selalu cukup kritis tentang penggunaan lagu-lagu viral untuk meningkatkan kesuksesan film, tetapi ini... ugh,” kesalnya.
Tak sampai di situ, amarah Nadin malah makin memuncak setelah mendengar soundtrack film-nya. “Abis denger soundtrack juga barusan, gong banget gong. Nggak kebayang brief-nya, gini kali ya, ‘Eh tolong tulisin lagu yang mirip sama lagu X dong, terutama pemecahan kata dan nada-nada awalnya aja, tipis-tipis aja miripnya’,” sindir Nadin. [TAR]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.