RM.id Rakyat Merdeka - Koalisi Indonesia Maju (KIM) yang terdiri dari Partai Gerindra, Partai Golkar, Partai Demokrat, PAN, PSI, PBB, Partai Garuda dan Partai Gelora sangat kompak saat Pilpres 2024.
Namun, saat Pilkada 2024, partai-partai yang tergabung dalam KIM, kadang tidak selaras. Di Pilkada Sulawesi Tengah (Sulteng) misalnya, KIM pecah kongsi.
Baca juga : Kamhar Lakumani: Konfigurasi Pusat Dan Daerah Berbeda
Partai Demokrat berkoalisi dengan PKS untuk mengusung Anwar Hafid-Reny Lamadjido untuk Pemilihan Gubernur-Wakil Gubernur (Pilgub) Sulteng 2024. PAN dan Gerindra akan mengusung Wakil Ketua Umum Partai NasDem Ahmad Ali sebagai Calon Gubernur Sulteng.
Ketua Umum (Ketum) Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sudah menyerahkan surat rekomendasi kepada Anwar dan Reny.
Baca juga : Pemerintah Mau Luncurkan Program B40 Tahun Depan
“Tagline-nya BERANI, Bersama Anwar Hafid dan Reny berani memajukan Sulawesi Tengah, berani menyejahterakan rakyat Sulawesi Tengah,” kata AHY saat menyerahkan surat rekomendasi di kantor DPP Partai Demokrat, Jakarta, Rabu (10/7/2024).
Menurut AHY, Anwar-Reny bukan tokoh baru bagi masyarakat Sulteng. Anwar merupakan Ketua Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Partai Demokrat Sulawesi Tengah.
Baca juga : Barang Bodong Rugikan Negara
Namun, PAN mendukung Ahmad (Mad) Ali, Wakil Ketua Umum Partai NasDem. Surat dukungan kepada Ali, diserahkan Ketua Umum PAN Zulkifli Hasan saat Rakernas ke-4 PAN, di kantor DPP PAN, Jakarta Selatan, Sabtu (29/6/2024).
Berikut wawancara dengan Wakil Ketua Umum PAN Viva Yoga Mauladi mengenai hal tersebut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.