RM.id Rakyat Merdeka - Kemajuan teknologi informasi dan digital begitu pesat. Negara-negara besar terus mengembangkan kekuatan sibernya. Tak heran jika antar negara bisa berperang melalui kekuatan sibernya masing-masing.
Bagaimana dengan Indonesia? Ketua MPR Bambang Soesatyo (Bamsoet), saat menyampaikan pidato dalam Sidang Tahunan MPR dan Sidang Bersama DPR-DPD, serta pidato kenegaraan Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengakui, keamanan siber Indonesia masih lemah.
Baca juga : Kemensos Cetak 30 Ribu Lebih Wirausahawan Baru
Wakil Ketua Umum Partai Golkar ini mengusulkan peningkatan kekuatan siber di Indonesia, guna melawan kekuatan siber negara lain. Bamsoet mengusulkan pembentukan matra keempat Tentara Nasional Indonesia (TNI), yakni Angkatan Siber. Menurutnya, matra itu dapat memperkuat tiga matra yang sudah ada di TNI, yakni Angkatan Darat, Angkatan Laut dan Angkatan Udara.
"Sudah saatnya Indonesia segera mempersiapkan pembentukan matra keempat TNI, dengan menghadirkan Angkatan Siber," tandasnya.
Baca juga : Jenderal Andika Membakar Semangat Generasi Muda
Namun, Anggota Komisi I DPR dari Fraksi PDIP, Mayjen (Purn) TB Hasanuddin tidak sepakat jika ada Matra Siber atau Angkatan Siber. Menurutnya, tidak perlu Angkatan. Cukup lembaga.
Sedangkan Anggota Komisi I DPR Dave Laksono mengatakan, membentuk Angkatan Siber perlu dasar hukum.
Baca juga : Tekan Kasus KDRT, Warga Diminta Jangan Takut Lapor
Untuk mengetahui lebih detail mengenai hal ini, berikut wawancara dengan TB Hasanuddin terkait wacana pembentukan Matra Siber.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.