RM.id Rakyat Merdeka - Kasus pemasangan pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten, membuat heboh. Apalagi, panjang pagar laut itu sekitar 30 kilometer.
Banyak pihak bertanya-tanya, siapa yang bertanggungjawab dalam kasus ini? Sampai saat ini, aparat penegak hukum belum mengungkap siapa otak di balik pemasangan pagar laut tersebut.
Untuk mengungkapnya, Anggota Komisi II DPR dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Rahmat Saleh mengusulkan agar dibentuk Panitia Khusus (Pansus) Pagar Laut.
Baca juga : TB Hasanuddin: Pelaku Sudah Jelas, Nggak Perlu Pansus
Tujuannya, untuk membongkar polemik pagar laut di pesisir Kabupaten Tangerang, Banten itu. “Agar terbuka lebar, perlu Pansus,” ujar Rahmat di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.
Pansus Pagar Laut, lanjut Rahmat, akan menjawab pertanyaan publik terkait semua skema yang ada di sekitar pagar laut, penerbitan sertifikat dan proyek strategis nasional (PSN).
Namun, usulan Rahmat ditentang Ketua Komisi IV DPR Siti Hediati Hariyadi, alias Titiek Soeharto. Ia menilai, pembentukan Pansus belum diperlukan.
Baca juga : Persiapan Mudik Lebaran, PU Inspeksi Tol Dan Rest Area
"Kalau dari kementerian, dari aparat, masalahnya bisa cepat selesai, rasanya tidak perlu membuat Pansus," kata Titiek seusai Rapat Kerja bersama Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) di Gedung Nusantara, Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Kamis (23/1/2025).
Senada, anggota Komisi I DPR TB Hasanuddin juga berpendapat bahwa Pansus membutuhkan waktu yang lama serta biaya. Lagian, sambungnya, dalam kasus pagar laut ini sudah jelas dan terang benderang siapa pihak yang diduga terlibat.
Tapi, anggota Komisi IV DPR Johan Rosihan menginginkan agar Pansus dibentuk. Kalau Pansus dipandang terlalu ribet dan membutuhkan waktu yang lama, kata dia, setidaknya membentuk Panitia Kerja (Panja) terkait pagar laut.
Baca juga : Bintang Sembilan Legowo Jadi Bumpernya Prabowo
Untuk lebih jelasnya, berikut wawancara dengan Johan Rosihan, terkait perlu atau tidak membentuk Pansus Pagar Laut.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.