Sebelumnya
Pemerintah melalui Kementerian Keuangan berencana akan menaikkan iuran BPJS Kesehatan pada tahun 2026. Kenaikannya secara bertahap. Apa respons dan tanggapan Anda?
Pada dasarnya, di tengah keadaan ekonomi yang kurang baik (defisit APBN) mau tidak mau untuk penyesuaian layanan bagi peserta yang mandiri (kategori mampu) direncanakan adanya kenaikan.
Bisa Anda dijelaskan kategori mandiri?
Peserta mandiri ini kan ekonominya ada yang sangat mampu, mampu dan setengah mampu.
Baca juga : Sekolah Rakyat, Kopdes, Dan MBG Menuai Pujian
Kalau yang sangat mampu dan mampu, mungkin tidak ada masalah dengan kenaikan tarif. Bagaimana dengan yang setengah mampu?
Nah, untuk yang setengah mampu ini yang kemungkinan akan ada masalah.
Ditambah lagi dengan adanya efisiensi transfer daerah, tentu Pemda akan kesulitan juga untuk membayarkan warganya yang merupakan Pekerja Bukan Penerima Upah atau PBPU BPJS.
Ditambah lagi saat ini ada lumayan banyak penerima bantuan iuran yang tiba tiba di non aktifkan tanpa alasan dan pemberitahuan.
Baca juga : Karding Ajak Pengusaha Jepang Perkuat Kemitraan
Sebagai mitra BPJS. Apa yang ada lakukan?
Kami meminta kepada BPJS untuk berkoordinasi dengan Badan Pusat Statistik (BPS) dan Kemensos terkait data valid orang miskin yang memang harus dicover Penerima Bantuan Iuran (PBI).
Tapi, pada prinsipnya Anda mendukung adanya kenaikkan tarif BPJS atau tidak?
Sampai saat ini, Komisi IX DPR masih belum setuju adanya kenaikkan tarif BPJS.
Baca juga : Tentang Wamenaker Noel Dicokok KPK, Golkar Prediksi Belum Ada Reshuffle Kabinet
Kenapa Anda kurang setuju?
Sebetulnya, saya mendapat info ada tambahan anggaran 10 triliun rupiah untuk menyesuaikan kenaikan anggaran Penerima Bantuan Iuran (PBI) dan 10 triliun ini infonya untuk dana cadangan. REN
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 25 Agustus 2025 dengan judul "Rencana Pemerintah Menaikkan Iuran BPJS Kesehatan, Layakkah? Irma Suryani Chaniago: Dinaikkan Untuk Kategori Mampu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.