Dark/Light Mode

Untuk Masa Depan Bangsa

Sekolah Rakyat, Kopdes, Dan MBG Menuai Pujian

Senin, 25 Agustus 2025 07:35 WIB
Anggota Komisi XII DPR Mukhtarudin.
Anggota Komisi XII DPR Mukhtarudin.

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemerintahan Prabowo Subianto berupaya menggenjot kualitas sumber daya manusia (SDM) sekaligus kesejahteraan rakyat dengan berbagai program strategis. Program itu adalah Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih, Sekolah Rakyat, hingga Sekolah Unggulan Garuda.

Anggota Komisi XII DPR Mukhtarudin menyebut, MBG sebagai langkah visioner memperkuat fondasi SDM sejak dini. Menurutnya, gizi yang baik di masa anak-anak merupakan investasi jangka panjang untuk melahirkan generasi sehat, cerdas, dan produktif.

“Program ini bukan sekadar memenuhi kebutuhan nutrisi, tapi juga menekan angka stunting yang masih menjadi tantangandi banyak daerah,” ujarnya, kemarin.

Mukhtarudin menekankan distribusi harus merata dan tepat sasaran, khususnya di wilayah terpencil. Sementara itu, Kopdes Merah Putih dinilainya mampu menjadi tulang punggung ekonomi lokal. “Kopdes bukan hanya wadah ekonomi, tapi juga simbol kebersamaan dan gotong royong yang memberdayakan komunitas desa,” imbuhnya.

Baca juga : Karding Ajak Pengusaha Jepang Perkuat Kemitraan

Untuk mendukung hal itu, ia mendorong pemerintah memastikan tata kelola koperasi profesional, didukung pelatihan dan akses modal memadai.

Adapun Sekolah Rakyat dan Sekolah Unggulan Garuda disebut sebagai jawaban atas kesenjangan kualitas pendidikan. “Sekolah Rakyat memberi akses inklusif, sementara Sekolah Unggulan Garuda menyiapkan talenta unggul sebagai motor kemajuan bangsa,” jelas legislator asal Kalteng itu.

Ia menegaskan, keberhasilan program tak semata ditentukan besar kecilnya anggaran, melainkan kualitas tata kelola, transparansi, serta pengawasan. Diharapkan ada tim pengawas lintas komisi DPR bekerja sama dengan BPK dan BPKP memantau pelaksanaan program secara real-time.

Sementara itu, anggota Komisi XI DPR Bertu Merlas menyoroti alokasi jumbo MBG sebesar Rp 335 triliun dari anggaran pendidikan. Dana itu akan melayani 82,9 juta siswa lewat 30 ribu Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG).

Baca juga : Tentang Wamenaker Noel Dicokok KPK, Golkar Prediksi Belum Ada Reshuffle Kabinet

“Anggaran sebesar ini adalah taruhan besar Presiden Prabowo. Risiko penyelewengan tinggi, jadi harus dikawal ketat agar benar-benar tepat sasaran,” tegasnya.

Menurut Bertu, pengawasan harus dilakukan dari hulu ke hilir-dari penganggaran, pengadaan bahan makanan, distribusi, hingga konsumsi di sekolah. Ia menolak jika dana raksasa ini justru jadi lahan korupsi atau dimanfaatkan kelompok tertentu.

“Jangan sampai anggaran besar, tapi masih ditemukan makanan tidak higienis atau tidak sesuai gizi. Kita tidak ingin ada kasus keracunan lagi,” tandas politisi PKB itu.

Bertu bahkan mendesak audit menyeluruh atas MBG. Jika ditemukan pelanggaran, pemerintah wajib bertindak tegas tanpa kompromi. “Ini soal masa depan generasi bangsa. Tidak boleh ada toleransi sekecil apapun,” pungkasnya. TIF

Baca juga : PDIP Jatim Gelar Rakorda, Kader Banteng Perkuat Kondusivitas Dan Soliditas

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 3, edisi Senin, 25 Agustus 2025 dengan judul "Untuk Masa Depan Bangsa Sekolah Rakyat, Kopdes, Dan MBG Menuai Pujian"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.