Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tambah Alokasi KUR, Pemerintah Andalkan UMKM Kebut Pertumbuhan Ekonomi
Senin, 25 Agustus 2025 06:40 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pemerintah menambah alokasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) khusus untuk Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). Kebijakan ini diambil Pemerintah sebagai salah satu strategi untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi.
Keterangan itu disampaikan Menteri Koordinator (Menko) Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto. Pemerintah optimistis UMKM dapat membantu mencapai target pertumbuhan ekonomi sebesar 5,2 persen pada 2025.
Untuk mewujudkan target tersebut, lanjut Airlangga, diperlukan sinergi yang kuat antara Pemerintah, Badan Usaha Milik Negara (BUMN), dan sektor swasta. Yakni, sebuah konsep Indonesia Incorporated.
Baca juga : Minta Amnesti Ke Prabowo, Noel Dicuekin Istana
“Pemerintah akan fokus dalam menyediakan pembiayaan yang mudah diakses oleh UMKM. Pemerintah telah menyediakan KURdengan alokasi total Rp 300 triliun pada tahun ini,” jelas Airlangga, dalam keterangannya dikutip Minggu (24/8/2025).
Airlangga menyebut, Pemerintah sepakat kuota untuk KUR UMKM ditambah, khususnya untuk sektor produksi. Kuota untuk KURtersebut, ditegaskannya, tidak akan dibatasi selama masih ada ruang untuk dimanfaatkan.
“Pemerintah juga menambahkan sebesar Rp 20 triliun untuk sektor investasi jangka panjang,” ujar Airlangga.
Baca juga : Soal Biodiesel, WTO Menangkan RI Lawan Uni Eropa
Airlangga menyebut, pertumbuhan ekonomi nasional tercatat solid di angka angka 5,12 persen (year on year/yoy) pada kuartal II-2025. Dan diikuti dengan tingkat inflasi pada Juli 2025 yang tetap terkendali di level 2,37 persen.
Dengan target pertumbuhan ekonomi sepanjang tahun 2025 yang mencapai 5,2 persen (yoy), Pemerintah terus mendorong berbagai kebijakan untuk mendukung efektivitas sejumlah faktor penggerak pertumbuhan.
Seperti kenaikan investasi, impor barang modal, belanja modal Pemerintah, hingga deregulasi aturan untuk memudahkan perizinan terutama bagi pelaku UMKM.
Baca juga : Dikebut Di Akhir Pekan, Kementerian Haji & Umrah Tinggal Ketok Palu
Mantan Menteri Perindustrian itu menyebut, sebanyak 88,7 persen penduduk di Indonesia telah menggunakan jasa keuangan formal. Sehingga penggunaan digital payment oleh UMKM menjadi terobosan yang baik dalam mendukung digitalisasi.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya