RM.id Rakyat Merdeka - Gelombang aksi massa yang terjadi dalam beberapa pekan terakhir menyisakan keprihatinan mendalam. Di sejumlah daerah, aspirasi rakyat yang semestinya menjadi wujud kebebasan berpendapat justru berujung pada kericuhan, kerusakan fasilitas umum, bahkan korban jiwa, baik dari pendemo, warga sipil atau kepolisian.
Fenomena ini menjadi pengingat bahwa dalam demokrasi, ruang ekspresi tidak boleh berubah menjadi panggung anarkisme. Di tengah situasi penuh ketegangan, suara para tokoh agama dan masyarakat tampil sebagai cahaya penuntun.
Baca juga : RUU Pengelolaan Zakat Masuk Prolegnas DPR
Bahkan Presiden Prabowo Subianto merangkul 16 ormas Islam untuk duduk bersama membicarakan tantangan bangsa. Momentum ini memberi pesan penting bahwa bangsa Indonesia masih memiliki banyak penyangga moral yang siap menjaga persaudaraan di tengah badai.
Oleh sebab itu, seruan para tokoh agar demonstrasi berlangsung damai dan bermartabat patut dijadikan pedoman. Aspirasi yang benar harus disalurkan dengan cara yang benar. Aparat pun dituntut menghadirkan pendekatan persuasif dan humanis.
Baca juga : Menteri PU Siapkan Dana Darurat Untuk Perbaikan
Atas situasi nasional tersebut turut mengundang keprihatian dari sesepuh Polri, Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajoesman. Baginya, polisi dan demonstran adalah sama-sama anak bangsa. Namun dalam berdemonstrasi, hendaknya tetap sesuai aturan dan hukum yang berlaku. Apabila ada tendensi unjuk rasa mengganggu keamanan dan ketertiban umum, maka polisi harus bertindak tegas.
Pada kesempatan sama, Presiden Konfederasi Serikat Pekerja Seluruh Indonesia (KSPSI) Andi Gani Nena Wea mendukung demonstrasi yang damai dan menentang para perusuh yang mencoba mengganggu stabilitas politik dan ekonomi di Indonesia.
Baca juga : Mendagri Apresiasi Daerah Yang Menjaga Kamtibmas
Untuk mengupas secara mendalam, berikut wawancara Rakyat Merdeka dengan sesepuh Polri, Komjen Pol (Purn) Noegroho Djajoesman, di bawah ini.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.