RM.id Rakyat Merdeka - DPR kembali mendapat sorotan masyarakat. Ada 211 anggota DPR tidak mencantumkan latar belakang pendidikannya.
Latar belakang pendidikan anggota DPR bisa dilihat melalui laporan Badan Pusat Statistik (BPS) tentang Statistik Politik 2024. Laporan ini memberikan data terkait latar belakang Pendidikan anggota DPR RI yang menjabat 2024-2029. Statistik ini dirunut berdasarkan data dari Komisi Pemilihan Umum (KPU).
Diketahui pada pemilihan umum (Pemilu) 2024, sebanyak 580 anggota DPR terpilih. Jumlah ini tersebar dalam delapan partai politik yang lolos ke parlemen yakni Partai Kebangkita Bangsa (PKB), Partai Gerindra, PDI-Perjuangan, Partai Golkar, Partai Nasdem, Partai Keadilan Sejahtera (PKS), Partai Amanat Nasional (PAN), dan Partai Demokrat.
Baca juga : Beras Bulog Hasil Impor Harus Segera Disalurkan
Berdasarkan pendidikannya, sebagian besar anggota DPR disebut memiliki latar belakang perguruan tinggi. Namun, BPS menyoroti perbedaan hasil Pemilu 2019 dengan 2024.
Perbedaan yang dimaksud menjelaskan bila pada Pemilu 2019, anggota DPR RI yang memiliki latar belakang pendidikan S2 lebih banyak dibanding yang lain, dengan persentase 36,58 persen. Sedangkan pada Pemilu 2024, anggota DPR RI terpilih paling banyak memiliki latar belakang pendidikan S1 dengan persentase 26,72 persen.
Secara lengkap, rincian latar belakang pendidikan anggota DPR terpilih pada Pemilu 2024, yaitu: SMA 63 orang (10,85 persen), D3 sebanyak tiga orang (0,52 persen), S1 sebanyak 155 orang (26,72 persen), S2 sebanyak 119 orang (20,52 persen), dan S3 sebanyak 29 orang (5 persen).
Baca juga : Menteri PU Siapkan Anggaran Rp 8 Miliar
Bila dihitung, jumlah tersebut tidak memuat 100 persen dari jumlah anggota DPR. Ada 211 orang anggota DPR terpilih tidak menyebutkan latar pendidikan mereka saat melakukan pendaftaran.
Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi II DPR Dede Yusuf Macan Effendi berpendapat, temuan ini akan menjadi masukan untuk revisi Undang-Undang Pemilu. “Prinsipnya kami Komisi II DPR selalu siap menerima usulan dari masyarakat yang terbaik,” ungkap Dede kepada Rakyat Merdeka, Minggu (21/9.2025).
Di sisi lain, Pengajar Hukum Pemilu Fakultas Hukum Universitas Indonesia Titi Anggraini menyayangkan adanya adanya anggota DPR yang tidak mencantumkan latar belakang pendidikannya. Menurut dia, transparansi mengenai riwayat pendidikan seharusnya menjadi bagian penting dari akuntabilitas wakil rakyat kepada publik.
Baca juga : Kemendukbangga Gandeng10 Perusahaan Di Jateng
“Masyarakat berhak mengetahui secara jelas dan komprehensif, siapa yang mereka pilih, termasuk jenjang pendidikan yang pernah ditempuh para legislator,” tegas Titi kepada Rakyat Merdeka, Minggu (21/9/2025).
Untuk mengetahui pandangan dari Dede Yusuf mengenai temuan 211 anggota DPR tidak mencantumkan latar belakang pendidikannya tersebut, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.