BREAKING NEWS
 

Revisi UU Pemilu, Usulan Hak Memilih Menjadi Wajib Memilih, Apa Mungkin?

Syahmud Ngabalin: Demokrasi Kuat Lahir Bila Rakyatnya Aktif

Reporter : IRANDI KASMARA
Editor : DEDE HERMAWAN
Selasa, 4 November 2025 07:10 WIB
Syahmud Ngabalin, Ketua BSN Partai Golkar. (Foto: Dok. Rakyat Merdeka/rm.id)

 Sebelumnya 
DPR dan Pemerintah akan membahas mengenai RUU Pemilu. Infonya, Partai Golkar mengusulkan isu terkait hak pilih di pemilu?

Adsense

Begini. Dalam setiap negara demokrasi, hak memilih adalah simbol kedaulatan rakyat.

Namun bagi BSNPG, hak itu tidak cukup hanya disebut “hak”, melainkan juga tanggung jawab moral dan kewajiban kebangsaan.

Karena sejatinya, kedaulatan tidak akan pernah hidup bila rakyat apatis terhadap nasib bangsanya sendiri.

Baca juga : IKN Tunjukkan Progres Nyata

Maksud Anda, di dalam RUU Pemilu nanti dimasukkan hak pilih menjadi wajib memilih?

Iya benar. Kami memandang bahwa perubahan dari hak pilih menjadi wajib pilih bukanlah pembatasan kebebasan, melainkan penguatan peran rakyat dalam menentukan arah bangsa.

Demokrasi hanya bermakna bila rakyat ikut serta, bukan diam dan menyerahkannya kepada segelintir suara yang aktif. Partisipasi politik bukan hanya pilihan individu, tetapi juga manifestasi cinta tanah air.

Apa yang Anda harapkan dari hak pilih menjadi wajib pilih?

Baca juga : Menkum Siap Benahi Sistem Royalti Musik

Dengan menjadikan hak pilih sebagai kewajiban, kami ingin menegaskan bahwa setiap warga negara memiliki tanggung jawab yang sama untuk menjaga masa depan republik, bukan sekadar menonton dari pinggir sejarah.

Bukankah jika hak pilih menjadi wajib pilih sebagai bentuk paksaan kepada masyarakat?

Langkah ini bukanlah upaya memaksa, melainkan ajakan untuk menegakkan kembali makna sejati demokrasi: pemerintahan dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat.

Dalam pandangan kami, memilih bukan hanya soal menentukan pemimpin, tetapi juga soal menjaga keberlangsungan cita-cita kemerdekaan agar suara rakyat tidak lenyap, dan arah bangsa tidak dikuasai oleh golongan yang sedikit namun bersuara keras. REN

Baca juga : Kobarkan Indonesia Yang Sehat, Bersih Dan Berdaulat

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Selasa, 4 November 2025 dengan judul "Revisi UU Pemilu, Usulan Hak Memilih Menjadi Wajib Memilih, Apa Mungkin? Syahmud Ngabalin: Demokrasi Kuat Lahir Bila Rakyatnya Aktif"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense