RM.id Rakyat Merdeka - Presiden Prabowo Subianto mengatakan pembentukan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih telah dimulai tahun 2025. Saat ini, sudah ada 80 ribu koperasi yang sudah dibentuk.
Nantinya, kata Prabowo, seluruh Kopdes akan dilengkapi dengan berbagai fasilitas yang bisa menunjang kelancaran aktivitas koperasi seperti pendingin, gudang dan lainnya. “Dan pada akhir 2025 ini tiap koperasi akan memiliki gudang yang akan memiliki cold storage,” kata Prabowo dalam Rapat Paripurna DPR RI, Jumat (15/8/2025).
Selasa kemarin (18/11/2025), Direktur Utama PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Joao Angelo De Sousa Mota di sela-sela rapat kerja bersama Komisi VI DPR RI di kompleks parlemen, Jakarta, membeberkan kebutuhan anggaran pembangunan satu gedung Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP), mencapai Rp 1,6 miliar.
Baca juga : Bahlil Buka Akses Listrik Bagi 100 Warga Fakfak
“Satu gedung KDKMP ini kita menganggarkan Rp 1.658.000.000 atau kurang lebih sekitar Rp 2.938.000 per meter persegi untuk seluruh Indonesia,” kata Joao.
Ia menyampaikan, perhitungan biaya pembangunan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi geografis berbagai daerah di Indonesia. Menurut dia, desain harga pembangunan Kopdes ini sangat rasional dan wajar.
Anggaran pembangunan yang mencapai miliaran tersebut mendapatkan pro dan kontra di masyarakat. Bahkan, di DPR, anggota Komisi VI DPR RI dari Fraksi PDIP, Mufti Aimah Nurul Anam menilai rancangan bangunan senilai Rp 1,6 miliar untuk satu gedung Kopdes Merah Putih terlalu mewah.
Baca juga : DPR Siapkan Bab Khusus Cegah Bullying Di Sekolah
“Saya melihat, mengamati tentang konsep total ruang yang dibuat terlalu mewah bagi saya kalau untuk tingkat desa, apalagi wujud yang ingin kita lakukan itu adalah koperasi,” kata Mufti.
Ia meminta agar desain bangunan dipangkas menjadi lebih sederhana agar efisiensi anggaran tercapai. “Nah daripada anggaran itu Rp 1,6 miliar, mendingan Bapak buat budget Rp 500 juta, target pencapaiannya bisa lebih maksimal, konsepnya lebih diminimalis, jangan terlalu sebesar ini,” tegasnya.
Pandangan yang sama diungkapkan Manager Seknas (Forum Indonesia untuk Transparansi Anggaran) Fitra, Badiul Hadi. Ia menganggap anggaran 1,6 miliar masih terlalu mahal.
Baca juga : Menekraf: Desain Grafis Perkuat Industri Kreatif
Ia pun mendesak agar anggaran tersebut dipangkas agar lebih murah dan hemat. “Anggaran bisa ditekan lewat desain modular,” ujar Badiul.
Apakah tudingan terlalu mahal dan mewah? Anggota Komisi VI DPR, Herman Khaeron menilai anggaran yang diusulkan sudah sangat wajar. “Saya kira kalau fasilitasnya klinik, gudang, gerai sangat rasional,” katanya.
Untuk melihat lebih jauh bagaimana pandangan Herman Khaeron dan Badiul Hadi terkait polemik anggaran pembangunan Kopdes Merah Putih sebesar Rp 1,6 miliar per unit, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.