RM.id Rakyat Merdeka - Kondisi Timur Tengah yang sedang membara memberikan tanda tanya mengenai pelaksanaan haji 2026. Pasalnya, keberangkatan kelompok terbang (kloter) gelombang perdana penyelenggaraan ibadah haji 2026 Masehi/1447 Hijriah akan dilaksanakan pada 22 April 2026.
Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) pun terus memantau kondisi terkini di Timur Tengah. Keselamatan jemaah menjadi indikator pelaksanaan haji.
Wakil Menteri Haji dan Umrah Dahnil Anzar Simanjuntak menjelaskan, Kemenhaj terus berkoordinasi dengan Pemerintah Arab Saudi terkait pelaksanaan haji 2026. Bahkan, kata dia, persiapan Kemenhaj untuk pelaksanaan haji tahun ini sudah mencapai 98 persen.
Baca juga : Dahnil Anzar Simanjuntak: Semua Opsi Kami Buka Demi Keselamatan Jemaah
"Semua opsi kami buka. Untuk itu, kami berharap eskalasi konflik tidak meningkat, karena fokus utama negara adalah keselamatan jemaah haji," ujar Dahnil kepada Rakyat Merdeka, Jumat (13/3/2026).
Ketua Komnas Haji Mustolih Siradj mengatakan, melihat situasi Timur Tengah yang sedang memanas, Kemenhaj perlu melakukan kajian komprehensif dan intensif dengan DPR, Kementerian Luar Negeri, Badan Intelijen TNI, dan kedutaan.
"Harus juga melihat bagaimana sikap negara-negara mayoritas muslim pengirim jemaah seperti Malaysia, Yaman, Pakistan, Turki, dan negara kawasan Asia lainnya," ujar Mustolih, Jumat (13/3/2026).
Baca juga : DPR Sepakat Perkuat Tata Kelola Dana Haji
Dia menjelaskan, keamanan dan ruang udara untuk penerbangan menjadi faktor sangat krusial. Pasalnya, lanjut dia, misi haji Indonesia merupakan rombongan terbesar dengan kuota 221 ribu jemaah.
"Sehingga penyelenggaraan ibadah haji tahun ini yang menandai awal transisi dari Kementerian Agama ke Kemenhaj berada di persimpangan dan dilema," ungkap dia.
Untuk mengetahui pandangan dari Mustolih Siradj terkait pelaksanaan haji 2026 di tengah konflik Timur Tengah, berikut wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.