Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
- IHSG Merah Di Awal Perdagangan, Turun Ke 5.984
- Kakorlantas Ungkap Tantangan Baru Lalu Lintas di Era Teknologi & Bonus Demografi
- Yulisman: Ekspor Listrik Hijau Harus Maksimalkan Nilai Tambah untuk RI
- Riset Doktor Ilmu Komunikasi: Algoritma Medsos Turut Tentukan Narasi IKN
- Persija Resmi Rekrut Pratama Arhan
RM.id Rakyat Merdeka - Empat puluh tahun bukanlah waktu yang singkat untuk menyimpan kenangan pahit. Kini, kesempatan membalas luka itu akhirnya datang. Tim nasional sepak bola Spanyol akan menghadapi Tim nasional sepak bola Belgia pada babak perempat final Piala Dunia 2026 di Stadion SoFi, Inglewood, Sabtu (11/7/2026) dini hari WIB.
Bagi La Roja, pertandingan ini bukan sekadar perebutan tiket menuju semifinal. Ada sejarah yang ingin dihapus. Pada Piala Dunia 1986 di Meksiko, langkah Spanyol terhenti di babak perempat final setelah dikalahkan Belgia lewat drama adu penalti. Empat dekade berselang, kedua negara kembali bertemu di fase yang sama dengan taruhan yang tak kalah besar.
Spanyol melaju ke delapan besar setelah menyingkirkan Portugal dengan skor tipis 1-0. Gol kemenangan pada babak kedua memastikan tim asuhan Luis de la Fuente tetap menjaga tren positif sepanjang turnamen. Permainan berbasis penguasaan bola, pressing tinggi, serta disiplin bertahan menjadi identitas La Roja yang hingga kini menjadi salah satu tim paling konsisten di Piala Dunia 2026.
Di sisi lain, Belgia datang dengan modal kemenangan meyakinkan 4-1 atas Amerika Serikat. Charles De Ketelaere menjadi bintang lapangan berkat dua golnya, sementara Hans Vanaken dan Romelu Lukaku ikut menyumbang masing-masing satu gol. Ketajaman lini depan membuat Setan Merah kembali diperhitungkan sebagai salah satu kandidat juara.
Namun, kemenangan besar itu harus dibayar mahal. Gelandang bertahan Amadou Onana mengalami cedera ligamen lutut anterior (ACL) dan dipastikan absen hingga akhir turnamen. Kehilangan pemain Aston Villa tersebut menjadi pukulan besar bagi Belgia karena Onana selama ini berperan sebagai penyeimbang lini tengah sekaligus pelindung lini belakang.
Baca juga : Messias Argentina!
Pelatih Belgia, Rudi Garcia, mengakui kehilangan Onana menjadi kabar buruk bagi timnya. Meski demikian, ia menegaskan Belgia tidak akan mengubah ambisi untuk melangkah ke semifinal.
“Kami kehilangan pemain penting, tetapi kami memiliki skuad yang siap menghadapi tantangan. Fokus kami sekarang adalah Spanyol,” kata Garcia usai laga melawan Amerika Serikat, seperti dikutip dari FIFA, kemarin.
Garcia juga menilai Spanyol merupakan lawan yang sangat komplit.
“Mereka sangat nyaman menguasai bola dan memiliki organisasi permainan yang luar biasa. Kami harus tampil sempurna jika ingin lolos,” ujarnya.
Sementara itu, pelatih Spanyol, Luis de la Fuente, meminta anak asuhnya melupakan sejarah dan fokus pada pertandingan yang ada di depan mata.
Baca juga : Macron Janji Membantu Pulihkan Ekonomi Suriah
“Di fase gugur tidak ada pertandingan yang mudah. Belgia memiliki kualitas dan pengalaman. Kami harus bermain dengan kepribadian dan menunjukkan identitas kami sejak menit pertama,” pintanya.
Kapten Spanyol, Álvaro Morata, menyebut laga melawan Belgia akan menjadi ujian terbesar La Roja sejauh ini.
“Kami menghormati Belgia karena mereka memiliki pemain-pemain kelas dunia. Tetapi kami datang untuk menang dan membawa Spanyol ke semifinal.”
Di kubu Belgia, Romelu Lukaku memastikan timnya tidak gentar menghadapi dominasi permainan Spanyol.
“Jika ingin menjadi juara dunia, kami harus mengalahkan tim terbaik. Kami siap menerima tantangan itu.”
Baca juga : Dinda Kanyadewi, Santai Belum Punya Pacar
Secara statistik, Spanyol memiliki keunggulan dalam penguasaan bola dan organisasi permainan. Rodri menjadi motor utama di lini tengah, sedangkan Nico Williams dan Lamine Yamal siap membongkar pertahanan Belgia lewat kecepatan di sektor sayap. Sebaliknya, Belgia mengandalkan efektivitas serangan balik melalui kreativitas Kevin De Bruyne, kecepatan Charles De Ketelaere, serta naluri mencetak gol Romelu Lukaku.
Absennya Onana diperkirakan membuat Belgia lebih berhati-hati saat menghadapi lini tengah Spanyol yang dikenal dominan. Sebaliknya, La Roja harus mewaspadai transisi cepat Belgia yang beberapa kali terbukti mematikan sepanjang turnamen.
Pertemuan kali ini diprediksi berlangsung ketat. Spanyol membawa misi menghapus luka yang telah membekas selama 40 tahun, sementara Belgia bertekad mempertahankan dominasi atas La Roja di panggung Piala Dunia. Siapapun pemenangnya, laga ini berpeluang menjadi salah satu pertandingan terbaik pada babak perempat final Piala Dunia 2026. [DNU]
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya