Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat rencana program Hari Belajar Guru dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen)?
Menurut saya, ini gagasan yang baik karena guru memang membutuhkan ruang untuk terus belajar, berefleksi, dan mengembangkan kompetensinya. Namun, di lapangan, banyak program pengembangan guru sering berubah menjadi kegiatan administratif dan seremonial. Guru hadir dalam pelatihan, webinar, atau komunitas belajar, tetapi tidak selalu berdampak pada praktik pembelajaran di kelas.
Kenapa bisa seperti itu?
Baca juga : Kurniasih Mufidayati: Memperkuat Kompetensi Tanpa Menambah Beban
Karena kebijakan sering hadir terlalu cepat tanpa kajian mendalam terhadap kondisi nyata guru di sekolah. Akibatnya, muncul kesan bahwa pendidikan hanya mengganti istilah, program, atau model baru tanpa menyelesaikan akar persoalan.
Apa saran Anda kepada Pemerintah?
Hari Belajar Guru hanya akan efektif jika benar-benar memberi ruang belajar yang nyata, tidak menambah beban administrasi, berbasis kebutuhan guru, dan didukung pembenahan sistem kerja guru secara menyeluruh.
Baca juga : Stok Beras Bulog Jangan Disimpan Terlalu Lama
Bagaimana kompetensi guru saat ini?
Kompetensi guru di Indonesia sebenarnya sangat beragam. Banyak guru memiliki pengalaman, dedikasi, dan kemampuan mengajar yang baik, bahkan mampu beradaptasi dengan perubahan kurikulum dan teknologi secara mandiri. Namun, di sisi lain, masih ada tantangan yang cukup besar, seperti kesenjangan kompetensi digital, pemanfaatan teknologi pembelajaran, kemampuan asesmen, pembelajaran diferensiasi, literasi dan numerasi, hingga pengelolaan kelas sesuai karakter generasi saat ini.
Jadi, pelatihan bagi guru diperlukan atau tidak?
Baca juga : Menag: MBG Berdayakan Perekonomian Masyarakat
Pelatihan tetap dibutuhkan. Tetapi, yang perlu dikritisi adalah model pelatihannya. Selama ini, banyak pelatihan terlalu teoritis, tidak sesuai kebutuhan lapangan, bersifat satu arah, dan lebih fokus pada administrasi sertifikat dibanding dampak nyata. Padahal, guru lebih membutuhkan pelatihan kontekstual, berbasis masalah nyata di kelas, pendampingan berkelanjutan, praktik baik antarguru, serta komunitas belajar yang hidup.
Jadi, yang perlu diperbaiki bukan hanya jumlah pelatihannya, tetapi juga kualitas, relevansi, dan keberlanjutannya. NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Minggu, 17 Mei 2026 dengan judul "Program Hari Belajar Guru Jangan Ganggu Jam Mengajar Mansur: Banyak Program Pelatihan Hanya Bersifat Seremonial"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.