Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Program Hari Belajar Guru Jangan Ganggu Jam Mengajar
Kurniasih Mufidayati: Memperkuat Kompetensi Tanpa Menambah Beban
Minggu, 17 Mei 2026 07:10 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Rencana Pemerintah menerapkan program Hari Belajar Guru mendapat respons dari DPR dan pemerhati pendidikan. Program ini dinilai positif, asal tidak mengganggu jam mengajar guru.
Direktur Jenderal Guru dan Tenaga Kependidikan (Dirjen GTK) Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) Nunuk Suryani menjelaskan, pihaknya tengah merancang pengembangan kompetensi guru yang langsung menyentuh jantung pendidikan, yaitu sekolah.
Melalui program Hari Belajar Guru, Pemerintah ingin mendorong sinergi dengan Pemerintah Daerah untuk menciptakan jadwal khusus bagi guru, agar dapat belajar tanpa harus meninggalkan tugas mengajar mereka.
“Misalnya, Hari Kamis. Pada hari itu, guru sejarah masuk ke sekolah tidak untuk mengajar, tetapi berkumpul di MGMP (Musyawarah Guru Mata Pelajaran) atau kelompok kerja,” katanya, di Jakarta, Selasa (5/5/2026).
Baca juga : Stok Beras Bulog Jangan Disimpan Terlalu Lama
Kemendikdasmen akan mengirimkan pelatih dengan berbagai pelatihan yang sedang dikembangkan. Dengan demikian, seluruh guru akan mendapatkan pelatihan.
“Pelatihan yang diikuti juga mendapatkan penghargaan yang sama dengan pelaksanaan pelatihan di hotel,” lanjutnya.
Wakil Ketua Komisi X DPR Kurniasih Mufidayati menyambut positif inisiatif Kemendikdasmen ini. Menurut dia, program Hari Belajar Guru merupakan langkah strategis untuk meningkatkan kompetensi pendidik secara berkelanjutan.
“Spirit Hari Belajar Guru adalah memperkuat kompetensi tanpa membebani,” ujar Kurniasih, Jumat (15/5/2026).
Baca juga : Menag: MBG Berdayakan Perekonomian Masyarakat
Dia menekankan pentingnya pemetaan kebutuhan kompetensi guru berbasis data di setiap daerah agar program yang dijalankan tepat sasaran dan berdampak nyata.
“Penguatan komunitas belajar guru juga penting agar proses peningkatan kapasitas ini berlangsung berkelanjutan, tidak hanya bersifat sesaat,” tambahnya.
Sementara, Sekjen Federasi Serikat Guru Indonesia (FSGI) Mansur menilai, secara konsep, Hari Belajar Guru merupakan gagasan yang baik karena guru memang membutuhkan ruang untuk terus belajar, berefleksi, dan mengembangkan kompetensinya. Apalagi, pendidikan terus berubah, baik dari sisi teknologi, karakter peserta didik, maupun pendekatan pembelajaran.
“Karena itu, guru tidak cukup hanya mengajar, tetapi juga perlu memiliki waktu khusus untuk memperbarui pengetahuan dan keterampilannya,” ujar Mansur, saat dihubungi Rakyat Merdeka, Jumat (15/5/2026).
Baca juga : Jokowi Jadi Magnet Politik, PSI Pede Masuk Senayan
Namun, kata dia, persoalannya bukan pada konsep, melainkan pada implementasi. “Di lapangan, banyak program pengembangan guru sering berubah menjadi kegiatan administratif dan seremonial,” tambahnya.
Untuk mengetahui lebih dalam terkait wacana penerapan Hari Belajar Guru, berikut wawancara Kurniasih Mufidayati:
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya