BREAKING NEWS
 

Diblokir Satu, Muncul Situs Baru, Apakah Pemberantasan Situs Judol Selama Ini Sudah Tepat?

Dave Laksono: Perlu Koordinasi Lintas Sektoral

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Jumat, 3 Juli 2026 07:10 WIB
Dave Laksono, Wakil Ketua Komisi I DPR. Foto: IG PRIBADI

RM.id  Rakyat Merdeka - Pemberantasan judi online (judol) di Tanah Air seperti tiada habisnya. Pemerintah melalui Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) gencar memblokir jutaan situs. Namun, tetap saja ruang digital dibanjiri judol.

Komdigi pun menjelaskan, tantangan dalam memberantas judi online (judol) adalah para bandar terus membuat situs baru, meskipun situs mereka baru saja diblokir Pemerintah.

"Gencarnya kita melakukan penutupan situs itu, promosi juga gencar. Jadi mereka menyediakan beragam situs. Ketika salah satu situs ditutup, muncul situs yang baru dibentuk," kata Direktur Jenderal Pengawasan Ruang Digital Komdigi, Alexander Sabar, dalam konferensi pers di Kantor Komdigi, Jakarta, Senin (29/6/2026).

Dia menambahkan, para pelaku atau bandar judol kemudian menggencarkan promosi situs melalui media sosial (medsos). Alexander mengatakan, kondisi tersebut menjadi tantangan dalam pemberantasan judol, karena para pelaku telah menyiapkan banyak domain sebagai cadangan.

Baca juga : DPD Dukung Presiden Benahi Tata Kelola Ekonomi Nasional

Menurut Alexander, munculnya situs-situs baru membuat pelaku semakin agresif mempromosikan alamat situs pengganti kepada masyarakat. Salah satu cara yang kini digunakan adalah membanjiri kolom komentar akun media sosial yang memiliki jumlah pengikut dan interaksi tinggi dengan spam berisi tautan menuju situs judol.

"Sehingga pergeseran ini juga menjadi hal yang membutuhkan awareness (kesadaran) dari kita semua," ungkapnya.

Menanggapi hal tersebut, Wakil Ketua Komisi I DPR Dave Laksono menegaskan, DPR berkomitmen untuk terus mendukung Pemerintah dalam menjaga ruang digital yang sehat, aman, dan produktif bagi seluruh rakyat Indonesia.

Menurut dia, Pemerintah sudah melakukan langkah terbaik dalam mengantisipasi maupun menindak judol.

Baca juga : Erick Jadikan Olahraga Sebagai Aset Investasi

"Pemerintah bersama aparat penegak hukum telah melakukan berbagai langkah pencegahan dan pemberantasan," tegas Dave Laksono kepada Rakyat Merdeka, Selasa (30/6/2026).

Founder Drone Emprit Ismail Fahmi berpandangan, pemberantasan judol di Indonesia menghadapi paradoks yang berulang. Dia menambahkan, Pemerintah memutus akses jutaan situs, namun situs baru terus lahir hampir seketika.

"Komdigi mencatat penanganan 126.180 konten judol sepanjang 1–28 Juni 2026 dan lebih dari 3,45 juta situs sejak Oktober 2024, sementara perputaran dananya pada 2025 masih sekitar Rp286 triliun. Akar persoalannya bersifat arsitektural, bukan sekadar volume," ujar Ismail Fahmi dalam keterangan tertulis, Selasa (30/6/2026).

Dia menjelaskan, yang diblokir Komdigi pada dasarnya adalah nama domain (lapisan paling lemah dan paling murah untuk diganti), melalui mekanisme penyaringan DNS Trust+ Positif. Sementara itu, lanjut dia, server inti (“server utama”) berada di luar negeri. 

Baca juga : Prabowo Banyak Inovasi Bahlil Jago Mengeksekusi

"Seperti dalam kasus sindikat Hayam Wuruk, Jakarta Barat, terlacak di Brasil, Filipina, China, dan Vietnam. Lalu disembunyikan di balik jaringan Cloudflare yang dipakai oleh sekitar 76 persen situs judol. Memblokir domain tidak menyentuh server ini sama sekali," jelasnya.

Dia menilai, negara hanya memutus lapisan yang paling mudah dipulihkan pelaku (domain, biaya recehan, pulih dalam menit), bukan lapisan yang menjadi nyawa bisnisnya (server inti dan aliran dana).

"Karena itu, strategi yang paling berdampak bukan mempercepat lomba blokir domain, melainkan menggeser titik tekan ke lapisan yang sulit dipindahkan pelaku," ungkap Ismail Fahmi.

Adsense

Untuk mengetahui pandangan Dave Laksono mengenai fenomena satu situs judi online diblokir, lalu satu situs baru muncul, berikut wawancaranya.
 Selanjutnya 

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense