Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tidak Hanya Cetak Prestasi
Erick Jadikan Olahraga Sebagai Aset Investasi
Jumat, 3 Juli 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Erick Thohir mengajak semua pihak mengubah cara pandang terhadap olahraga nasional. Olahraga kini mesti diposisikan sebagai aset investasi, sekaligus mesin baru pertumbuhan ekonomi nasional.
Hal itu disampaikan Erick dalam keterangan pers Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) bersama Kepala Badan Komunikasi Pemerintah (Bakom RI) Muhammad Qodari di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Erick menegaskan, selama ini olahraga masih sering dipandang sebagai beban anggaran negara. Padahal, jika dikelola dengan baik, sektor tersebut mampu menghasilkan nilai ekonomi besar melalui pariwisata, industri olahraga, investasi, hingga penguatan citra Indonesia di dunia internasional.
“Olahraga ini bukan cost center, tapi revenue opportunity,” tegas Ketua Umum (PSSI) itu.
Dia menjelaskan, nilai sport tourism dunia mencapai sekitar 625 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 10.150 triliun. Nilai tersebut diperkirakan bakal terus tumbuh sekitar 8 persen setiap tahun. Menurutnya, peluang itu harus dimanfaatkan sebagai salah satu penopang pertumbuhan ekonomi nasional.
Selain wisata olahraga, industri olahraga dunia juga bernilai sekitar 521 miliar dolar AS atau setara sekitar Rp 8.460 triliun. Angka tersebut diproyeksikan terus meningkat hingga 2032 seiring berkembangnya berbagai kompetisi olahraga profesional dan meningkatnya partisipasi masyarakat.
Baca juga : Prabowo Banyak Inovasi Bahlil Jago Mengeksekusi
Erick mencontohkan, tren lari maraton yang akhir-akhir ini makin digandrungi masyarakat milenial dan Gen Z. Perkembangannya kini kian pesat di Indonesia.
Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) mencatat hingga saat ini sudah mencapai sekitar 104 ajang maraton. Total para pelarinya mencapai 10,4 juta orang.
“Nah, fenomena ini ikut menggerakkan penjualan perlengkapan olahraga, khususnya produk lokal yang mulai banyak bermunculan,” tuturnya.
Selain itu, lanjut Erick, dampak ekonomi maraton jauh melampaui penyelenggaraan lomba. Ribuan peserta yang datang dari berbagai daerah membutuhkan hotel, transportasi, makanan, hingga berbagai layanan pendukung lainnya sehingga roda ekonomi daerah ikut berputar.
“Dari event ini saja dampak ekonominya terus berputar, tapi ini yang justru kadang-kadang kita lupakan,” ucapnya.
Erick juga menyoroti dampak MotoGP di Mandalika. Ajang balap motor dunia itu telah menghasilkan dampak ekonomi sekitar Rp 4,9 triliun, sekaligus memicu tumbuhnya investasi di kawasan Lombok. Kehadiran MotoGP tidak hanya menguntungkan penyelenggara balapan tapi banyak pelaku usaha.
Baca juga : Gerindra Klaim Kadernya Punya Loyalitas Tinggi
“Restoran, vila, kawasan wisata, hingga destinasi lain seperti Gili Trawangan ikut menikmati peningkatan kunjungan wisatawan. Multiplier effect-nya terjadi,” katanya.
Selain MotoGP, Indonesia juga memiliki potensi besar pada olahraga selancar, pendakian gunung, hingga liga olahraga profesional.
Erick mengatakan, potensi tersebut masih belum dimanfaatkan secara maksimal sebagai penggerak ekonomi daerah.
Dia menilai, olahraga juga memiliki fungsi strategis sebagai instrumen national branding. Prestasi atlet Indonesia di berbagai kejuaraan internasional menjadi promosi yang efektif sekaligus memperlihatkan daya saing bangsa di mata dunia.
Contohnya, keberhasilan atlet panjat tebing Veddriq Leonardo meraih emas di Olimpiade Paris 2024, prestasi tim nasional bola voli, futsal, hingga petenis Janice Tjen yang tampil di Wimbledon.
“Setiap prestasi-prestasi itu tentu ikut memperkuat citra Indonesia. Itu national branding,” tegasnya.
Baca juga : Danantara Rampungkan Laporan Keuangan Seluruh BUMN 2025
Untuk mempercepat pertumbuhan industri olahraga, Kemenpora melakukan deregulasi besar-besaran.
Erick mengungkapkan jumlah regulasi di kementeriannya dipangkas dari 191 peraturan menjadi hanya empat peraturan. Jumlah pasalnya juga berkurang dari sekitar 1.500 menjadi 600 pasal.
“Kami di Kemenpora itu pelayan kepada rakyat,” jelasnya.
Dia bilang, penyederhanaan regulasi menjadi syarat penting agar investasi olahraga tumbuh lebih cepat. Berbagai aturan yang selama ini dinilai menghambat penyelenggaraan event maupun masuknya investasi swasta mulai disederhanakan. JAR
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Jumat, 3 Juli 2026 dengan judul "Tidak Hanya Cetak Prestasi Erick Jadikan Olahraga Sebagai Aset Investasi"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya