RM.id Rakyat Merdeka - Aksi tawuran di Wilayah DKI Jakarta masih marak terjadi. Terbaru, peristiwa terjadi di Jalan Rawajati Timur Raya, Pancoran, Jakarta Selatan, yang menewaskan seorang remaja berinisial MFR (16), akibat luka senjata tajam pada Minggu (14/6/2026) sekitar pukul 04.50 WIB.
Peristiwa ini pun memunculkan pertanyaan, apakah upaya pencegahan dan penanganan tawuran di Jakarta sudah maksimal?
Menyikapi insiden tersebut, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung meminta para wali kota mengambil langkah untuk mengurangi aksi tawuran yang masih melibatkan anak-anak di Ibu Kota.
"Saya minta kepada jajaran terkait, terutama wali kota setempat, untuk melakukan pendekatan agar tawuran pelan-pelan bisa kita kurangi," ujar Pramono saat ditemui di kawasan Cawang, Jakarta Timur, Jumat (10/7/2026).
Baca juga : Ida Mahmudah: Seluruh Elemen Harus Terlibat Langsung
Pramono mengatakan, Pemprov DKI Jakarta telah berupaya mencegah tawuran dengan memperbanyak fasilitas olahraga yang dapat dimanfaatkan anak-anak dan remaja. Menurutnya, fasilitas tersebut diharapkan menjadi wadah bagi generasi muda untuk menyalurkan energi dan aktivitas ke arah yang lebih positif sehingga tidak terlibat tawuran.
Meski demikian, Pramono mengakui aksi tawuran masih terjadi di sejumlah wilayah Jakarta. Karena itu, ia meminta Pemerintah Kota, khususnya para wali kota, melakukan pendekatan kepada masyarakat agar peristiwa serupa tidak terus berulang.
"Tetapi memang masih ada dan saya mendapatkan laporan itu," katanya.
Menanggapi hal tersebut, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi PDI Perjuangan Ida Mahmudah menilai upaya yang dilakukan Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi aksi tawuran sudah cukup baik. Ia mencontohkan wilayah tempat tinggalnya di Sunter Jaya, Jakarta Utara, dan Kemayoran, Jakarta Pusat, yang dahulu sering terjadi tawuran, kini mengalami penurunan drastis.
Baca juga : DPR: Pengembangan Wisata Jangan Geser Warga Lokal
"Saya rasa upaya Pemprov sudah cukup baik. Saya juga sudah mendapat laporan dari Kapolres bahwa angka tawuran sudah berkurang," ungkap Ida Mahmudah kepada Rakyat Merdeka, Jumat (10/7/2026).
Ia juga mengusulkan agar Pemprov DKI Jakarta semakin melibatkan peran RW, RT, hingga Karang Taruna dalam upaya pencegahan tawuran.
"Karang Taruna ini juga mendapat bantuan. Harus bisa membantu Pemprov mencegah jika ada indikasi akan terjadi tawuran," tambahnya.
Sementara itu, Anggota DPRD DKI Jakarta Fraksi Partai Solidaritas Indonesia (PSI) Justin Adrian Untayana berpandangan bahwa langkah Pemprov DKI Jakarta dalam mengurangi aksi tawuran belum maksimal. Menurutnya, diperlukan langkah tegas yang dapat menimbulkan efek jera.
Baca juga : Menkes Target 37 Ribu Kasus Kusta Ditemukan
"Perlu adanya tindakan tegas dan konsekuensi berat. Seperti pencabutan bansos bagi seluruh keluarga pelaku tawuran sebagai pilar utama perilaku tertib," ujar Justin kepada Rakyat Merdeka, Jumat (10/7/2026).
Untuk mengetahui pandangan Justin Adrian Untayana mengenai penanganan aksi tawuran anak yang masih marak terjadi di Jakarta, berikut petikan wawancaranya.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.