BREAKING NEWS
 

Fenomena SD Negeri Kekurangan Siswa Baru, Apa Penyebabnya?

Mansur: Maksimalkan Kuota Zonasi, Kurangi Kuota Prestasi

Reporter : NANA MAULANA
Editor : DEDE HERMAWAN
Rabu, 22 Juli 2026 07:15 WIB
Mansur, Sekretaris Jenderal FSGI. Foto: IG PRIBADI

 Sebelumnya 
Di beberapa daerah, SD negeri mengalami kekurangan peserta didik baru. Apakah benar demikian?

Kalau dari data kami, memang belum ada hasil survei langsung. Namun, berdasarkan pantauan media dan fakta di lapangan, kondisi tersebut memang terjadi. Contohnya di Mataram, Nusa Tenggara Barat (NTB), banyak SMA Negeri yang justru kekurangan siswa. Hal ini terjadi karena sekolah-sekolah negeri yang dianggap favorit diberikan keleluasaan untuk terus menambah jumlah rombongan belajar sehingga menyedot kuota siswa dari sekolah lain.

Terkait kasus di tingkat SD negeri, menurut Anda apa penyebabnya?

Ini terjadi sebagai dampak dari sistem zonasi yang tidak berjalan dengan baik sejak awal. Sistem tersebut kemudian diubah dengan berbagai jalur penerimaan lain. Akibatnya, sekolah-sekolah yang dianggap lebih baik atau sekolah favorit tetap menyedot siswa, sementara sekolah-sekolah berstandar rata-rata ke bawah menjadi kekurangan peminat.

Baca juga : Hetifah Sjaifudian: Evaluasi Tidak Hanya Fokus Pada SPMB

Artinya masyarakat mencari sekolah terbaik untuk anaknya?

Sebenarnya, orang tua tidak memiliki tolok ukur yang pasti untuk menilai baik atau buruknya suatu sekolah. Tujuan utamanya tentu demi kepentingan anak. Bagaimana perilaku dan perkembangan anak di rumah juga penting, meskipun secara umum kondisi di sekolah turut memengaruhinya. Namun, karena mayoritas siswa pendidikan dasar mengikuti kebijakan Pemerintah, akhirnya terjadilah kondisi seperti sekarang.

Lalu, apa rekomendasi Anda kepada Pemerintah, baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang agar tidak terjadi krisis kekurangan siswa?

Untuk perbaikan jangka panjang, Pemerintah harus berani membuat aturan yang tegas dan jelas. Misalnya, jangan menambah kuota jalur prestasi.

Baca juga : DPR Dukung Modernisasi Kekuatan Laut Indonesia

Apa alasannya?

Menambah kuota prestasi saat ini justru memicu kompetisi yang tidak sehat. Banyak siswa yang nilainya terlihat tinggi, tetapi sebenarnya tidak memiliki kemampuan yang memadai karena nilai tersebut hanya dikejar demi bisa masuk ke sekolah favorit.

Kedua, kembalikan ke sistem zonasi murni. Jika ingin memberikan ruang bagi jalur prestasi, terapkan seperti pada masa Pak Nadiem Makarim dan Pak Muhadjir Effendy. Prioritaskan jalur zonasi terlebih dahulu. Jika masih ada sisa kuota, barulah dialokasikan untuk jalur prestasi.

Mengapa bukan jalur prestasi yang didahulukan?

Baca juga : Pemerintah Benahi Total Program MBG

Jangan mudah percaya dengan label "anak berprestasi".

Bagaimana mengatasi kekhawatiran adanya manipulasi data domisili dalam sistem zonasi?

Praktik manipulasi seperti perpindahan Kartu Keluarga (KK) secara mendadak masih bisa diatasi. Misalnya, syarat perpindahan KK harus dibatasi secara tegas, seperti menetapkan masa minimal telah menetap sebelum dapat digunakan untuk mendaftar, sehingga tidak terus disalahgunakan. NNM

Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Rabu, 22 Juli 2026 dengan judul "Fenomena SD Negeri Kekurangan Siswa Baru, Apa Penyebabnya? Mansur: Maksimalkan Kuota Zonasi, Kurangi Kuota Prestasi"

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense