Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Pembangunan Smelter Dipercepat
Investasi Hilirisasi Bauksit Menggeser Dominasi Nikel
Rabu, 22 Juli 2026 06:30 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Realisasi investasi hilirisasi bauksit melonjak signifikan pada kuartal II-2026 hingga menembus Rp 40,1 triliun. Capaian ini untuk pertama kalinya menggeser dominasi komoditas nikel, sekaligus menandai diversifikasi hilirisasi mineral nasional yang kian merata.
Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Roeslani mengungkapkan, lonjakan investasi bauksit didorong oleh percepatan pembangunan sejumlah fasilitas pengolahan dan pemurnian (smelter) oleh investor domestik maupun asing.
“Capaian ini meningkat sekitar 193 persen dibandingkan kuartal sebelumnya sebesar Rp 13,7 triliun. Biasanya nikel selalu di nomor satu. Sekarang ada shifting, bauksit menjadi nomor satu,” kata Rosan dalam keterangan resmi, Selasa (21/6/2026).
Rosan menjelaskan, realisasi investasi bauksit sebesar Rp 40,1 triliun tersebut berhasil melampaui investasi nikel yang sebesar Rp 29,4 triliun.
Baca juga : Lansia Kesulitan Naik JPO Di Depan RS Harapan Kita
Posisi berikutnya, komoditas tembaga senilai Rp 16,7 triliun, besi baja Rp 13,2 triliun, serta pasir silika sebesar Rp 4 triliun.
Menurut Rosan, komoditas lain seperti timah, emas, perak, kobalt, mangan, batubara, aspal Buton dan logam tanah, jarang secara akumulatif mencatatkan investasi sebesar Rp 4,7 triliun.
Secara keseluruhan, total realisasi investasi sektor hilirisasi pada kuartal II-2026 mencapai Rp 152,7 triliun, atau tumbuh 5,7 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Nilai tersebut berkontribusi sebesar 29,8 persen terhadap total realisasi investasi nasional yang mencapai Rp 511,8 triliun,” ujar Rosan.
Baca juga : Media Argentina Kecam Lautaro Diparkir Scaloni
Geliat investasi hilirisasi tersebut berdampak langsung pada perluasan penyerapan tenaga kerja secara nasional.
BKPM mencatat, sepanjang Januari hingga Juni 2026, realisasi investasi mampu menyerap 1.448.862 tenaga kerja atau naik sekitar 15 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
“Di triwulan kedua saja penyerapan tenaga kerjanya 742.263 orang atau meningkat 5,1 persen,” ungkap Rosan.
Salah satu pendorong utama penguatan struktur hilirisasi bauksit nasional saat ini adalah proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase I di Mempawah, Kalimantan Barat.
Baca juga : China Open 2026, Garuda Ngamuk Di Kandang Naga
Proyek strategis tersebut dikembangkan oleh Grup MIND ID melalui kolaborasi PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk (Antam) guna mengoptimalkan nilai tambah bauksit di dalam negeri. NOV
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 10, edisi Rabu, 22 Juli 2026 dengan judul "Pembangunan Smelter Dipercepat Investasi Hilirisasi Bauksit Menggeser Dominasi Nikel"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya