Sebelumnya
Apa pandangan Anda dengan usulan agar Pilkada hanya memilih kepala daerah saja, bukan sepaket dengan wakil kepala daerah?
Saya sendiri mengusulkan agar Pilkada hanya untuk memilih kepala daerahnya saja, bukan paket kepala dan wakil kepala daerah sejak akhir tahun lalu, baik pemilihannya dilakukan di DPRD maupun apabila tetap ada opsi pemilihan secara langsung.
Aturannya bagaimana?
Itu semua harus diatur di dalam undang-undang.
Baca juga : DPR: TPPO Bertransformasi Menjadi Perbudakan Modern
Apa alasan Anda mendukung Pilkada hanya memilih kepala daerahnya saja?
Sebelum Rapimnas, Partai Golkar telah membentuk Tim Kajian Politik yang bekerja selama sekitar 1,5 tahun. Tim tersebut mengkaji sistem Pemilu, partai politik, hingga Pilkada, dan menghasilkan tiga opsi rekomendasi.
Apa saja opsinya?
Saat itu, opsi pertama, Pilkada tetap dilaksanakan secara langsung seperti saat ini. Opsi kedua, seluruh Pilkada dilaksanakan melalui DPRD. Opsi ketiga, pelaksanaan Pilkada oleh DPRD untuk pemilihan gubernur dan Pilkada secara asimetris/hybrid untuk pemilihan bupati/wali kota. Kami, Tim Kajian Politik, sebenarnya juga sudah mempersiapkan “konsep baru” apabila opsi Pilkada melalui DPRD dipilih.
Baca juga : UMKM Dan Petani Jagung Ikut Kecipratan Berkah
Apa konsep barunya?
Konsep baru ini berupaya mengakomodasi dan menggabungkan dua prinsip, yaitu prinsip demokrasi (pelibatan rakyat) dan prinsip penyelenggaraan Pilkada yang murah, efisien, serta bebas dari praktik moral bazar pemilu, seperti political transactional, money politics, dan vote buying.
Bagaimana untuk semakin mengenal calonnya?
Tahap penilaian atau seleksi bakal calon, mungkin partai politik/gabungan partai politik dapat membentuk tim panel yang terdiri atas akademisi, tokoh masyarakat, dan tokoh agama.
Baca juga : Amran Ajak Generasi Muda Ikut Berantas Mafia Pangan
Selanjutnya, pada tahap pemilihan bakal calon, setiap partai politik/gabungan partai politik dapat melakukan semacam konvensi atau primary election (pemilihan pendahuluan). NNM
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Senin, 3 Agustus 2026 dengan judul "Usulan Pemilihan Kepala Daerah Tanpa Wakil Kembali Menguat, Ahmad Doli Kurnia Tandjung: Saya Sudah Usulkan Sejak Akhir Tahun Lalu"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.