Dark/Light Mode
BREAKINGNEWS
Tambak Udang Waingapu Serap 7.000 Pekerja
UMKM Dan Petani Jagung Ikut Kecipratan Berkah
Senin, 3 Agustus 2026 07:00 WIB
RM.id Rakyat Merdeka - Pembangunan tambak udang terpadu di Waingapu, Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur (NTT), diproyeksikan menyerap sekitar 7.000 tenaga kerja. Menteri Koordinator (Menko) Bidang Pangan Zulkifli Hasan mengatakan, Proyek Strategis Nasional (PSN) itu akan menggerakkan ekonomi daerah karena memberi manfaat bagi Usaha Mikro Kecil Menengah (UMKM), petani jagung, hingga pelaku usaha pendukung lainnya.
Hal itu disampaikan Zulhas saat meninjau pembangunan kawasan PSN Integrated Shrimp Farming (ISF) Waingapu, Sumba, NTT, Jumat (31/7/2026). Dalam kunjungan tersebut, Zulhas didampingi Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono, Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Yandri Susanto, Wakil Ketua Komisi IV DPR Ahmad Yohan, dan Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali.
Zulhas mengatakan, kawasan budidaya udang terintegrasi di Waingapu akan membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat. Proyek tersebut diproyeksikan menghasilkan sekitar 52 ribu ton udang premium per tahun dengan nilai produksi mencapai Rp 4 triliun, sekaligus memperkuat ketahanan pangan.
“Kesempatan kerja akan terbuka mulai dari sektor penyediaan pakan dan benih, kegiatan budidaya, sampai industri pengolahan hasil perikanan,” ujarnya.
Baca juga : Amran Ajak Generasi Muda Ikut Berantas Mafia Pangan
Zulhas menambahkan, keberadaan Tambak ISF Waingapu juga akan menciptakan efek berganda bagi perekonomian daerah. Produksi udang dalam skala besar akan meningkatkan kebutuhan jagung dan tepung ikan sebagai bahan baku pakan sehingga membuka pasar bagi hasil pertanian dan perikanan lokal.
Selain itu, perputaran ekonomi diperkirakan turut mendorong pertumbuhan UMKM, sektor perhotelan, transportasi, hingga berbagai layanan pendukung lainnya.
Saat ini, kata Zulhas, Pemerintah terus mempercepat pembangunan kawasan. Pekerjaan yang sedang berlangsung meliputi pembangunan klaster tambak, jalan kawasan dan jalan klaster, saluran irigasi, serta berbagai fasilitas pendukung lainnya.
Pemerintah juga mulai merekrut sekitar 3.000 tenaga kerja lokal yang akan mengikuti pelatihan sebelum kawasan mulai beroperasi.
Baca juga : Gerindra: Dana Parpol Untuk Pendidikan Politik
Zulhas memastikan, pihaknya terus mengoordinasikan berbagai kementerian/lembaga untuk mempercepat penyelesaian proyek, sekaligus mengatasi berbagai kendala di lapangan.
“Kalau kita yang produksi dan kita ekspor, kita akan mendapat devisa. Yang diuntungkan adalah rakyat Sumba, NTT, dan Indonesia. Itu yang disebut swasembada pangan untuk kehormatan,” tegasnya.
Menteri Kelautan dan Perikanan Sakti Wahyu Trenggono mengatakan, tambak udang Waingapu seluas 2.150 hektare dirancang sebagai kawasan industri udang terintegrasi dari hulu hingga hilir.
Pemerintah menyiapkan infrastruktur utama, sedangkan sektor swasta didorong membangun industri pendukung.
Baca juga : Targetkan Masuk 4 Besar, PAN NTB Instruksikan Relawan Kawal TPS
“Tambak saja dibangun tidak cukup kalau tidak diikuti hulu dan hilirnya. Nanti dibangun hatchery, pabrik pakan, fasilitas pengolahan dan pabrik es di sini,” kata Trenggono.
Bupati Sumba Timur Umbu Lili Pekuwali menyambut baik pembangunan PSN tersebut. Dia menilai, proyek itu akan menjadi pengungkit ekonomi daerah yang masih menghadapi tingkat kemiskinan hampir 25 persen.
“Hadirnya program ini akan sangat berdampak bagi masyarakat Kabupaten Sumba Timur. Terutama dari sisi terbukanya peluang lapangan kerja dan perbaikan kehidupan warga ke depan,” ujarnya. KPJ
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 4, edisi Senin, 3 Agustus 2026 dengan judul "Tambak Udang Waingapu Serap 7.000 Pekerja UMKM Dan Petani Jagung Ikut Kecipratan Berkah"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.
Tags :
Berita Lainnya