Sebelumnya
Bagaimana Anda melihat pernyataan Kapolri yang mendorong anggota Polri yang mengamankan aksi demonstrasi menggunakan kamera tubuh atau body camera/body cam?
Pernyataan Kapolri ini positif dan patut diapresiasi, karena penggunaan body camera dapat memperkuat transparansi dan akuntabilitas dalam pengamanan demonstrasi. Kamera tubuh bukan sekadar alat dokumentasi, melainkan instrumen untuk memastikan tindakan anggota maupun perilaku peserta aksi dapat dievaluasi berdasarkan bukti objektif. Rekaman juga dapat melindungi anggota yang bertindak sesuai prosedur dari tuduhan yang tidak benar. Namun, kebijakan ini tidak boleh berhenti sebagai instruksi pimpinan atau sekadar respons terhadap peristiwa yang sedang menjadi perhatian publik.
Seharusnya bagaimana?
Baca juga : Bahlil Cari Pasokan ke China & India, Tenang Stok BBM Aman
Harus ada standar operasional yang jelas, kewajiban mengaktifkan kamera, sistem penyimpanan rekaman yang aman, serta mekanisme pemeriksaan ketika terjadi dugaan pelanggaran. Yang terpenting, kebijakan ini tidak boleh sekadar menjadi instruksi kosong, mengingat rencana penggunaan body cam sudah menjadi wacana sejak 2019.
Apakah ini akan membuat anggota Polri lebih berhati-hati dalam menjalankan tugas?
Ya, penggunaan body cam berpotensi meningkatkan kehati-hatian anggota karena mereka mengetahui bahwa tindakan di lapangan dapat ditinjau kembali. Body cam dapat mendorong anggota lebih disiplin dalam menggunakan kekuatan, berkomunikasi dengan demonstran, melakukan penangkapan, dan menjalankan perintah pengamanan. Namun, efek pencegahan ini tidak otomatis terjadi hanya karena kamera dipasang.
Baca juga : Bertemu Luhut, Yusril Mau Revisi Definisi Korupsi
Maksudnya?
Jika kamera tidak diaktifkan, rekaman dapat dihapus, atau pelanggaran yang terekam tidak ditindaklanjuti, dampaknya akan sangat terbatas. Karena itu, yang paling penting bukan sekadar keberadaan kamera, melainkan kepastian bahwa setiap penyimpangan dapat diperiksa dan dipertanggungjawabkan. Body cam juga harus menjadi instrumen perlindungan bagi anggota yang bekerja secara profesional, bukan semata-mata alat untuk mencari kesalahan.
Hal lain yang perlu diperhitungkan bukan sekadar pengadaan body cam, melainkan juga pengelolaan rekamannya. Hal ini mencakup kebutuhan penyimpanan, sistem pengamanan, perlindungan identitas, dan aspek lainnya. NNM
Baca juga : MBG Serap 1,3 Juta Tenaga Kerja & Kurangi Kemiskinan Ekstrem
Artikel ini tayang di Harian Rakyat Merdeka Cetak, Halaman 2, edisi Kamis, 29 Oktober 2026 dengan judul "Kapolri Dorong Polisi Pakai Body Cam Saat Amankan Demo, Perlukah? Bambang Rukminto: Perlu Diapresiasi, Tapi SOP-nya Harus Jelas"
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.