RM.id Rakyat Merdeka - Universitas Perwira Purbalingga (UNPERBA) melaksanakan wisuda sarjana ke-2 di tahun akademik 2023-2024. Sebanyak 110 mahasiswa dari lima program studi (prodi) pada dua fakultas, berhasil meraih gelar sarjana. Jumlah sarjana pada wisuda ke-2 itu mengalami peningkatan dibandingkan wisuda pertama pada 2023 sebanyak 96 orang.
Pendiri UNPERBA yang juga Ketua Yayasan Perguruan Karya Bhakti Purbalingga Bambang Soesatyo (Bamsoet), sangat senang dan bangga dengan peningkatan ini. Dia merinci, Fakultas Ekonomika dan Bisnis meluluskan 41 mahasiswa yang terdiri dari 36 mahasiswa Prodi Manajemen dan 5 mahasiswa Prodi Akuntansi. Sedangkan Fakultas Sains dan Teknologi meluluskan 69 mahasiswa yang terdiri dari 12 mahasiswa Prodi Teknik Mesin, 25 mahasiswa Prodi Informatika, dan 32 mahasiswa Prodi Agribisnis
Baca juga : Ini 10 Parpol Gagal Lolos ke Senayan Dari Pemilu 2024, Berikut Rincian Suaranya
Sebanyak 15 wisudawan tahun ini merupakan mahasiswa penerima Program Beasiswa Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Purbalingga yang telah berjalan sejak 2020. Mereka berasal dari Prodi Agribisnis. Pemkab Purbalingga memberikan beasiswa tersebut dengan tujuan agar lulusan berperan aktif dalam pengembangan pertanian di daerah asal mereka, sebagai penyuluh maupun wirausaha. Menurut Bamsoet. dampak positif dari kerja sama yang terjalin antara unsur kampus dengan Pemkab Purbalingga tercermin dari peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM).
“Pada tahun 2018, sebelum kehadiran UNPERBA, skor IPM Kabupaten Purbalingga masih rendah, yaitu 67,72. Setelah UNPERBA mulai pembukaan kampus pada tahun 2019, skor IPM Kabupaten Purbalingga terus mengalami peningkatan hingga mencapai skor 70,51 pada tahun 2023," kata Bamsoet, saat memberikan sambutan secara daring dalam wisuda sarjana ke-2 UNPERBA, Jawa Tengah, tahun akademik 2023-2024, Kamis (26/9/2024).
Baca juga : Owi/Butet Bakar Semangat
Ketua MPR ini mengingatkan, generasi muda bangsa adalah aset, potensi, dan investasi penting bagi bangsa dan negara untuk melangkah menuju kemajuan peradaban. Peran penting generasi muda ini semakin menemukan kontekstualitas dan relevansinya, karena saat ini bangsa Indonesia telah menapakkan kaki pada fase bonus demografi. Komposisi demografi didominasi oleh penduduk usia produktif yang mayoritasnya adalah generasi muda.
Laporan bertajuk “Essential 2007” yang diterbitkan United Bank of Switzerland (UBS), memproyeksikan pada tahun 2025 Indonesia akan menjadi kekuatan ekonomi terbesar ke-7 di dunia, dan pada tahun 2050, posisi Indonesia akan menempati urutan ke-5.
Baca juga : Hensat: Sultan Najamudin Figur Muda, Punya Visi Bangun DPD
Periode puncak bonus demografi ini diperkirakan terjadi hingga tahun 2030, saat jumlah penduduk Indonesia diperkirakan mencapai sekitar 300 juta jiwa. Dari jumlah tersebut, sekitar 70 persen nya adalah kelompok usia produktif. “Para wisudawan dan wisudawati yang telah menyelesaikan studi pada hari ini, tentunya menjadi bagian dari kelompok usia produktif tersebut," pungkas Bamsoet.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.