BREAKING NEWS
 

Wujudkan Generasi Emas Tanpa Narkoba, Universitas Pancasila Gandeng Humas Polri

Reporter & Editor :
UJANG SUNDA
Selasa, 15 Oktober 2024 22:47 WIB
Kegiatan Goes to Campus kerja sama Universitas Pancasila dan Divisi Humas Polri. (Foto; Dok. UP)

RM.id  Rakyat Merdeka - Universitas Pancasila (UP) bekerja sama dengan Divisi Humas Polri menggelar acara "Goes to Campus" dengan tema "Mewujudkan Generasi Muda Sehat Tanpa Narkoba". Kegiatan ini adalah bentuk kolaborasi yang bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan bahaya narkoba.

Kegiatan berlangsung di Universitas Pancasila, Jakarta Selatan, Selasa (15/10/2024). Kegiatan dihadiri ratusan mahasiswa, baik secara langsung maupun daring. Sebanyak 300 mahasiswa hadir langsung dan 400 mahasiswa mengikuti melalui platform Zoom dari berbagai jurusan yang ada di Universitas Pancasila. 

Hadir pada kegiatan ini Rektor Universitas Pancasila Prof Marsudi Wahyu Kisworo, Wakil Rektor, Dekan, serta Pimpinan lainnya. Dari pihak Polri, hadir Kepala Biro Pengelolaan Informasi dan Dokumentasi (PID) Divisi Humas Polri Brigjen Pol Tjahyono Saputro serta jajaran di lingkungan Humas Polri.

Pada kegiatan ini, mahasiswa diberikan pembekalan dari para narasumber yang hadir yaitu, Kombes Pol Sucipta, Ketua Umum DPP Gerakan Nasional Anti Narkotika (GRANAT) Prof Henry Yosodiningrat, dan Dosen Fakultas Psikologi Universitas Pancasila Aully Grashinta.

Rektor Universitas Pancasila Prof Marsudi Wahyu Kisworo menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada Divisi Humas Polri atas terselenggaranya acara ini. Kegiatan "Goes To Campus" ini merupakan langkah nyata yang sangat berarti dalam upaya bersama untuk menjaga masa depan bangsa.

Baca juga : Rektor Universitas Pancasila Dorong Revolusi Digital Bidang Pendidikan

Kata dia, acara ini begitu penting bagi seluruh civitas akademika Universitas Pancasila karena menunjukkan perhatian besar dari Polri terhadap dunia pendidikan dan mahasiswa. “Kita semua memiliki tanggung jawab moral untuk memastikan generasi muda terhindar dari bahaya narkotika, yang tidak hanya mengancam fisik tetapi juga dapat menghancurkan masa depan dan mimpi-mimpi mereka,” ujarnya.

Menurutnya, narkotika adalah ancaman serius yang dapat merusak tatanan hidup bangsa. Sebagai generasi penerus, mahasiswa perlu memahami bahwa narkoba bukanlah sekadar masalah pribadi, melainkan masalah bersama yang dampaknya dapat meluas hingga ke keluarga, lingkungan, bahkan negara.

“Kita tidak boleh membiarkan generasi penerus bangsa ini terseret dalam kegelapan narkoba, karena sebagaimana kita ketahui, narkotika dapat merusak generasi bangsa dan menjadi bencana bagi masa depan apabila tidak ditangani dengan baik,” lanjutnya.

Adsense

Rektor lalu berpesan ke seluruh mahasiswa Universitas Pancasila untuk menjadi generasi kuat, cerdas, dan bertanggung jawab. Menjauhi narkoba adalah salah satu cara paling efektif untuk menjaga diri tetap sehat, baik secara fisik maupun mental.

“Saya mendorong Anda semua untuk aktif berperan serta dalam gerakan anti-narkoba, baik di lingkungan kampus maupun di masyarakat. Jangan biarkan godaan atau tekanan dari lingkungan sekitar mengaburkan penilaian Anda. Pilihlah pergaulan yang sehat dan bangun kebiasaan positif yang akan mengarahkan Anda pada kesuksesan," ujar Prof Marsudi.

Baca juga : Universitas Muhammadiyah Gelar Pelatihan Paralegal Satgas PPKS

Hal senada disampaikan Kepala Biro PID Divhumas Polri Brigjen Pol Tjahyono Saputro. Dia menjelaskan, penyalahgunaan narkoba tidak mengenal batas usia, status, maupun latar belakang sosial. Masalah ini dapat menjerat siapa saja, termasuk generasi muda yang seharusnya menjadi ujung tombak kemajuan bangsa.

“Berdasarkan data terbaru, kasus penyalahgunaan narkotika, psikotropika, dan obat-obatan terlarang di Indonesia menunjukkan peningkatan, dan sebagian besar pelakunya adalah anak muda berusia 15-24 tahun. Fenomena ini menjadi tantangan besar bagi kita semua untuk bersama-sama berupaya menanggulanginya,” ucapnya.

Ia melanjutkan, upaya penanggulangan narkoba bukan hanya tanggung jawab Polri atau pemerintah semata, melainkan juga menjadi kewajiban seluruh elemen masyarakat, termasuk institusi pendidikan. Kampus merupakan tempat yang ideal untuk menanamkan kesadaran akan bahaya narkoba. Sebab, di kampuslah para pemuda menimba ilmu dan membentuk karakter.

Melalui kegiatan ini, Polri berharap dapat memberikan wawasan dan edukasi kepada mahasiswa tentang dampak buruk penyalahgunaan narkoba serta pentingnya menjauhi segala bentuk penyalahgunaan zat berbahaya. Polri pun terus berkomitmen untuk menindak tegas para pelaku kejahatan narkoba, mengusut tuntas jaringan yang terlibat, dan melakukan upaya pencegahan secara berkelanjutan.

Sepanjang 2023, Polri telah berhasil menangani ribuan kasus narkoba dan menyelamatkan jutaan nyawa dari bahaya narkotika. Namun, meskipun langkah-langkah pencegahan dan penegakan hukum sudah sering dilakukan, kasus narkoba tetap menunjukkan peningkatan. “Oleh karena itu, penting bagi kita untuk selalu meningkatkan upaya pencegahan dengan cara yang lebih efektif dan inovatif," ujar Tjahyono.

Baca juga : Moeldoko Minta Generasi Muda Tak Ragukan Pancasila

Dia lalu menekankan pentingnya peran aktif para mahasiswa dalam memerangi narkoba. “Jadilah generasi yang berani berkata ‘tidak’ pada narkoba, serta sebarkan semangat anti-narkoba di lingkungan Anda,” ucapnya.

Dia menambahkan, generasi muda jangan pernah ragu untuk melaporkan jika mengetahui adanya penyalahgunaan narkotika di sekitar. “Langkah ini adalah bagian dari tanggung jawab kita bersama untuk menjaga keamanan dan kesehatan generasi penerus bangsa," tutup Tjahyono.

Pada kegiatan ini, Prof Marsudi berharap dapat memberikan dampak positif dalam meningkatkan kesadaran mahasiswa tentang bahaya narkoba serta pentingnya upaya pencegahan untuk menciptakan generasi muda yang sehat dan produktif.

Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News

Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.

Tags :

Berita Lainnya
 

TERPOPULER

Adsense