Sebelumnya
Persatuan Sebagai Laku Sosial
Kompleksitas persoalan hidup yang menerungku masyarakat kita hari ini merupakan sebentuk tantangan yang mesti disikapi dengan semangat persatuan kawula muda. Keterlibatan dan kepedulian dalam isu-isu sosial sudah seyogianya menjadi arena bagi mereka untuk mengaktualisasikan semangat perjuangan sebagai makhluk sosial.
Bagi kawula muda yang digembleng dalam dunia pendidikan tinggi, keberpihakan pada masyarakat kecil menjadi kunci penting bagi mereka untuk memanifestasikan sebuah sikap apa yang disebut Antonio Gramsci sebagai “intelektual organik”, yakni seorang intelektual yang berperan penting dalam membangun kesadaran kolektif dan menghubungkan ide-ide dengan realitas sosial sekitarnya.
Dalam konteks ini pemuda tidak hanya sekadar mementingkan dirinya sendiri, berjibaku dengan ribuan buku-buku tanpa pembacaan yang sublim terhadap realitas sekitarnya hanya akan menumbuhkan gejala apatisme yang pada gilirannya menjadi generasi yang berwatak feodal, asosial, dan cenderung mengalami kerentanan.
Sebaliknya pembacaan terhadap teks sebagai bagian dari laku olah rasa dan pikiran harus bersinergi dengan dimensi konteks di mana mereka berpijak.
Para founding fathers kita adalah salah satu contohnya. Mereka adalah manifestasi intelektual organik, pembaca buku yang tekun yang senantiasa menjadikan dirinya tidak berjarak dengan realitas sosialnya.
Baca juga : Pevita Pearce, Janji Pijat Dan Peluk Suami Tiap Malam
Melebur dalam semangat egalitarianisme karena ada suatu tantangan yang dihadapi bersama telah menjadikan diri mereka sebagai sosok intelektual yang berkarakter, yang senantiasa peduli dan berpihak pada kepentingan kolektif.
Dimensi semacam itulah yang mesti menubuh dalam semangat kolektivisme pemuda kini. Perjuangan kawula muda hari ini merupakan representasi dari perjuangan yang semakin kompleks di masa-masa yang akan datang.
Tanpa menjadikan semangat persatuan sebagai laku sosial, muskil rencana-rencana masa depan akan terkesekusi dengan baik. Menjadikan semangat persatuan sebagai laku sosial berarti berhubungan dengan ketersediaan kita untuk meluangkan waktu duduk bersama dengan rakyat, berdiskusi dengan mereka, dan melebur dalam satu-kesatuan kerja-kerja kolektif.
Dalam semangat hidup secara berkomunal itu akan senantiasa lahir ide-ide kreatif yang senantiasa menjadi pijakan dalam melangkah. Seperti yang dicontohkan oleh para pemuda masa lalu, yang menjadikan ruang publik tidak hanya sekadar ruang bertegur sapa, melainkan juga ruang bertukar gagasan.
Menjadikan ruang publik sebagai basis kolektivisme bertukar gagasan akan senantiasa menjadikan kawula muda tidak hanya peka terhadap realitas sekitarnya, tetapi juga melihat langsung realitas keseharian secara sublim.
Penglihatan yang sublim terhadap realitas sekitarnya pada tataran lebih lanjut merupakan awal untuk memosisikan dirinya senantiasa merasakan apa yang masyarakat rasakan. Ini menjadi begitu berarti dalam membentuk sikap dan karakter mereka di masa depan.
Baca juga : Pelukan Di Bandara Maksimal 3 Menit
Persatuan sebagai laku sosial juga mengisyaratkan kemenubuhan idealisme yang terus memantik kesadaran kawula muda untuk senantiasa terlibat dalam aktivisme gerakan rakyat.
Terlibat membersamai segala bentuk gerakan rakyat akan selalu menumbuhkan energi positif yang berguna bagi kemungkinan perjuangan yang lebih pelik di kemudian hari.
Spirit semacam inilah yang mesti dihunjamkan dalam diri mereka sebagai seorang intelektual muda. Idealisme semacam itu akan terbentuk jika ada kolaborasi di antara mereka. Bagaimanapun semangat kolaborasi yang tertanam dalam Sumpah Pemuda senantiasa relevan bagi pemuda masa kini.
Dalam menghadapi isu-isu yang lebih besar seperti ketidakadilan sosial, perubahan iklim, dan teknologi yang semakin berkembang pesat, kolaborasi lintas generasi dan lintas sektor menjadi kunci untuk menemukan solusi yang efektif.
Di samping itu, semangat persatuan dalam Sumpah Pemuda juga mengajarkan kita bahwa keberagaman adalah kekuatan. Seiring dengan laju informasi yang mengalir cepat dan perbedaan semakin terlihat, pemuda hari ini perlu untuk menghargai perbedaan sebagai bagian dari identitas bangsa.
Dalam konteks ini, pemuda harus senantiasa menjadi agen perubahan yang dapat menjembatani perbedaan dan menciptakan harmoni sosial.
Baca juga : Prediksi Malaikat Tentang Manusia
Pemuda harus menjadi pelopor dan teladan di segala lini. Baik kecakapan intektual di ranah publik hingga menjadi “idola” dalam ruang-ruang sosial media seperti Instagram, X, Facebook, Youtube hingga TikTok yang menjadi tontonan—bahkan referensi—Generasi Milenial, Gen Z bahkan Gen Alfa.
Kecakapan ini tentu membutuhkan sikap agile dan adaptif sehigga ruang tak terbatas tersebut menjadi ruang edukatif yang mencerahkan, bukan malah sebaliknya menjadi ruang negatif yang mendegradasikan moral anak-anak bangsa.
Pada akhirnya momentum hari Sumpah Pemuda harus benar-benar mereaktualisasi kembali semangat egaliter pemuda hari ini sebagai modal penting untuk meniti jalan terjal kehidupan di masa mendatang. Polarisasi yang hanya menghantarkan pada tendensi untuk menjauhkan diri di antara mereka sudah semestinya dihindari.
Sebab modalitas persatuan adalah kunci penting untuk berjuang. Hanya di dalam persatuanlah berbagai kemungkinan tantangan besar di masa depan akan senantiasa dijadikan sebagai semangat dalam berjuang untuk menggapai cita-cita bersama.
Secara holisitik, momentum peringatan Sumpah Pemuda dapat memotivasi pemuda untuk berperan aktif dalam menciptakan masa depan yang lebih baik dengan menjunjung tinggi semangat persatuan, cinta tanah air, dan kolaborasi, pemuda Indonesia dapat mewariskan nilai-nilai positif kepada generasi mendatang dan menghadapi tantangan dengan lebih siap.
Penulis adalah Budy Sugandi, Wasekjen GP Ansor, Pengurus Kwarnas Gerakan Pramuka dan Alumni PhD jurusan Education Leadership and Management, Southwest University.
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.