Dark/Light Mode
- Perbaikan Selesai, Kondisi Jalan Lenteng Agung Sudah Normal dan Bisa Dilewati
- Persib Mulai Susun Persiapan Hadapi Musim 2026/2027
- OTT Pejabat Imigrasi Jakbar, KPK Sita Mobil, Valas, Hingga Emas
- Erling Haaland Bisa Bawa Norwegia Bersaing di Piala Dunia 2026
- Davide Ancelotti Latih Lille, Calvin Verdonk Hadapi Tantangan Baru
Tausiah Politik
RM.id Rakyat Merdeka - Dalam konteks perpolitikan di negeri kita saat ini, pesan moral dari kisah Ratu Balqis yang dikisahkan di dalam tiga surah dalam Al-Qur’an masih tetap relevan.
Dipilihnya Ratu Balqis sebagai tokoh politik perempuan yang fenomenal tentu mempunyai hikmah yang besar dalam kehidupan bermasyarakat dan bernegara. Meskipun ia seorang perempuan, tetapi ia mampu menjadi pemimpin yang amat disegani di dalam masyarakatnya.
Baca juga : Pelajaran Moral Politik Dari Ratu Balqis (1)
Sudah barang tentu Ratu Balqis bukan hanya memiliki kekuatan kelembutan sebagai seorang perempuan, tetapi kecerdasannya di dalam mengambil keputusan perlu dipuji. Ia sepertinya tidak terbebani dengan jenis kelaminnya sebagai seorang perempuan. Padahal, saat itu dunia Arab atau Timur-Tengah secara umum masih berada di dalam suasana masyarakat yang didominasi laki-laki (male dominated society).
Pola kepemimpinan Ratu Balqis yang demokratis mendapat apresiasi positif dari kalangan pejabatnya. Tidak seorang pun di antara para petingginya melawan kebijakannya. Bahkan para pembesarnya cenderung lebih mempercayakan segala urusan negara kepada Ratu Balqis, sebagaimana dijelaskan dalam artikel terdahulu. Ia berhasil meyakinkan para pembesarnya untuk memilih tindakan yang diyakini sangat efektif untuk mengambil alih kekuasaan Nabi Sulaiman.
Baca juga : Pelajaran Diplomasi Publik Dari Para Nabi
Di antara mereka ada yang mengusulkan dengan tindakan keras (hard power), dengan mengedepankan kekuatan balatentara karena mereka yakin akan kekuatan yang dimilikinya. Sebagian menganjurkan wait and see dan sebagian lainnya menganjurkan untuk kooperatif dengan menempuh pola win-win solution.
Akhirnya sebagai pemimpin yang cerdas, Ratu Balqis mengelaborasi seluruh opsi pembesarnya dengan memilih kebijakan: Pertama diupayakan dengan cara memberikan hadiah atau bisa juga disebut sebagai upeti. Kalau cara ini tidak berhasil maka pasukan militer yang berada di baris belakang.
Selanjutnya
Update berita dan artikel RM.ID menarik lainnya di Google News
Dapatkan juga update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari RM.id. Mari bergabung di Grup Telegram "Rakyat Merdeka News Update", caranya klik link https://t.me/officialrakyatmerdeka kemudian join. Anda harus install aplikasi Telegram terlebih dulu di ponsel.